Dua Putri Indonesia ajak masyarakat tidak terpengaruh hoaks

id hoax, pemilu,Putri Indonesia

Dua Putri Indonesia 2018, yakni Putri Indonesia Lingkungan Hidup Vania Fitria Herlambang (kanan) serta Putri Indonesia Pariwisata Wilda Oktaviana Situngkir (kiri). (ANTARA News/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA News) - Dua Putri Indonesia 2018, yakni Putri Indonesia Lingkungan Hidup Vania Fitria Herlambang serta Putri Indonesia Pariwisata Wilda Oktaviana Situngkir mengajak masyarakat bijak berkampanye, tidak golput dan tidak terpengaruh berita bohong atau hoaks.

Pada Jumat, kedua delegasi Putri Indonesia 2018 tersebut menghadiri sosialisasi menolak kampanye politik di tempat ibadah di Jakarta Barat.

Di Jakarta Barat akan dipasang 1.000 spanduk di tempat ibadah sebagai upaya menciptakan kerukunan umat beragama menjelang Pemilu Legislatif serta Presiden dan Wakil Presiden 2019.

Secara simbolis telah dipasang di Masjid Raya Al Amanan, Gereja Pantekosta serta Pura Chandra Prabha. Pemasangan dilakukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat bersama Polri, TNI, KPU, Bawaslu dan sejumlah tokoh agama serta masyarakat.

Vania Fitria Herlambang mengharapkan masyarakat untuk lebih bijak lagi menggunakan lokasi sebagai tempat kampanye. Hal tersebut dikarenakan pihak Kepolisian tidak ragu memproses hukum siapa saja yang terbukti melakukan kampanye dan menyebarkan isu hoaks di tempat ibadah.

"Kita harapkan dengan adanya kegiatan pemasangan spanduk dan deklarasi penolakan tempat ibadah sebagai lokasi kampanye, Pemilu 2019 menjadi kondusif dan menjaga kebhinekaan," kata Vania.

Sementara Wilda Oktaviana Situngkir mengharapkan anak muda Indonesia tidak golput dalam Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. "Saya berharap anak muda tidak golput karena suara kita menentukan masa depan bangsa Indonesia," ujar Vania.

Selain itu, dia juga mengimbau agar anak muda tidak mudah termakan berita bohong atau "hoax" dan saling memberi peringatan saat sejumlah oknum tertentu yang melakukan kampanye terselubung di rumah ibadah. 

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar