BPBD: kekeringan di Pamekasan makin meluas

id Kekeringan,Kemarau

Ilustrasi. Distribusi Air Bersih Sejumlah warga antre mendapatkan air bersih yang dibagikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Desa Kertosari, Pakusari, Jember, Jawa Timur, Jumat (6/11). BPBD Jember melakukan distribusi air bersih ke rumah warga yang kekeringan dimusim kemarau, sebanyak delapan kecamatan di Jember, yaitu Sumbersari, Patrang, Pakusari, Silo, Jelbuk, Arjasa, Bangsalsari dan Ledokombo kesulitan mendapatkan air bersih sejak tiga bulan terakhir. (ANTARA FOTO/Seno)

Pamekasan (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyatakan jumlah dusun yang mengalami kekeringan di wilayah setempat semakin meluas.

"Hingga Minggu (2/9), jumlah dusun yang mengalami kekeringan tercatat 312 di 78 desa yang tersebar di 10 kecamatan," kata Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus di Pamekasan, Minggu.

Sebelumnya jumlah dusun yang terdata mengalami kekeringan sebanyak 310 dusun di 78 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

"Jadi ada tambahan dua dusun yang mengalami kekeringan di Pamekasan hingga 2 September 2018," kata Firdaus.

Ia menjelaskan, dua dusun tambahan yang mengalami kekeringan itu masih-masing Dusun Ibeih dan Dusun Laok Gunung di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

Sejak Sabtu (1/9), dua dusun yang mengalami kekeringan ini juga mulai mendapatkan bantuan distribusi dari Tim Reaksi Cepat BPBD Pemkab Pamekasan, kata Firdaus.

Menurut Kepala BPBD Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus, ada dua jenis kekeringan yang terjadi di Pamekasan kali ini, yakni kekeringan langka dan kekeringan kritis.

Kekeringan kritis terjadi, karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari, dan jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh tiga kilometer (km) bahkan lebih.

Sementara yang dimaksud dengan kering langka, kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter saja per orang, per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat, sekitar 0,5 kilometer hingga tiga km. 

Jumlah desa yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih kali ini berbeda dengan data 2017. Sebab kala itu, kekeringan melanda 80 desa yang tersebar di 299 dusun di 10 kecamatan di wilayah itu.

Sementara, pada 2018 hingga 2 September ini jumlah desa yang mengalami kekeringan sebanyak 78 desa dengan jumlah kecamatan yang sama, yakni 10 kecamatan.

"Hanya saja meski desanya lebih sedikit, akan tetapi jumlah dusunnya lebih banyak, yakni 312 dusun, terpaut tiga dusun dibanding data kekeringan 2017," katanya, menjelaskan.

Saat ini, sambung Kepala BPBD Akmalul Firdaus, pihaknya mengoperasikan sebanyak delapan armada tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke dusun-dusun yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih yang tersebar di 78 desa di 10 kecamatan di Pamekasan itu.

Baca juga: Sembilan kecamatan di Banyumas alami kekeringan

Baca juga: Kekeringan kritis melanda 42 desa di Sampang

Baca juga: Umat Islam Kotawaringin Timur diimbau shalat Istisqa

 

Pewarta : Abd Aziz
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar