Indonesia jadi contoh kemajuan perempuan

id perempuan,menteri pppa

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise (ANTARA/Dewanto Samodro)

 Jakarta, (ANTARA News) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan Indonesia kerap menjadi contoh kemajuan perempuan bagi negara-negara lain.

 "Kita jadi contoh, tapi apakah kita benar sudah maju? Apakah benar kita sudah siap? Kita harus berkomitmen, perempuan di partai harus kuat," kata Yohana dalam Penguatan Kapasitas Perempuan Bakal Calon Legislatif Pada Pemilu 2019, di Jakarta, Senin.

 Yohana menceritakan pernah bertemu dengan duta besar salah satu negara dalam sebuah pertemuan tingkat internasional. Menurut duta besar tersebut, politisi Amerika Serikat Hillary Clinton pernah menyarankan kepadanya untuk belajar tentang perempuan Indonesia yang sudah maju.

 Kemajuan perempuan Indonesia juga diapresiasi oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Bersama sembilan negara lain, Indonesia ditunjuk menuju kesetaraan gender yang disebut Planet 50:50 pada 2030.

 Menurut Yohana, Indonesia dipilih sebagai salah satu negara dalam Planet 50:50 karena perempuannya dinilai maju, berpenduduk mayoritas Muslim dan memiliki toleransi yang tinggi.

 "Apakah 2019 keterwakilan perempuan di parlemen bisa 30 persen? Saya katakan bisa. Perempuan Indonesia itu hebat. Kuncinya adalah kita harus berani berkata di depan laki-laki," tuturnya.

 Saat ini tingkat keterwakilan perempuan di DPR baru 17 persen. Keterwakilan perempuan di DPD jauh lebih tinggi, yaitu 26 persen.

Salah satu hambatan terhadap peran dan keterwakilan perempuan di legislatif adalah faktor budaya. Masih ada budaya di masyarakat yang menghambat perempuan untuk maju.

 "Karena itu, kita harus gencar di daerah. Kita dekati tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk memberi pemahaman kepada mereka bahwa kemajuan perempuan itu penting," katanya.

Baca juga: Menteri PPPA: posisi-status perempuan masih hadapi hambatan
Baca juga: Tiga perempuan peraih tiga emas pertama untuk Indonesia

 

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar