Kami belum menerima laporan adanya bangunan yang rusak akibat gempa ini ..."
Sukabumi (ANTARA News) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih berkoordinasi dengan para pihak pasca-keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa kurang dari dua jam pada Sabtu (7/7) wilayah Kabupaten Sukabumi, diguncang lima kali gempa bumi.

"Kami masih berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terkait bencana gempa yang terjadi," kata Hubungan Masyrakat PMI Kabupaten Sukabumi Atep Maulana di Sukabumi, Sabtu.

BMKG melalui laman Internet http://www.bmkg.go.id melaporkan bahwa pusat gempa 4,6 Skala Richter (SR) pada pukul 12:23:45 WIB berada di darat 47 km Tenggara Lebak, tepatnya 6.98 Lintang Selatan (LS) dan 106.34 Bujur Timur (BT) di kedalaman sekira enam kilometer. Gempa tersebut tercatat terasakan masyarakat di kawasan Cikatomas, Panggarangan, Panimbang, Malimping, Cisarua dan Pelabuhan Ratu.
 

Sementara itu, masyarakat dari sejumlah kecamatan di Sukabumi melaporkan bahwa mereka merasakan gempa pertama pada Sabtu pagi, yang bersamaan dengan laporan awal BMKG sekira pukul 10.52 WIB dengan kekuatan 3,2 SR berlokasi di 6.91 LS dan106.46 BT sekira 43 kilometer Barat Daya Kabupaten Bogor di kedalaman 16 kilometer.

BMKG juga mencatat gempa kedua terjadi pukul 10.56 WIB berkekuatan 4,4 SR berlokasi di 6.91 LS dan 106.41 BT sekira 42 kilometer Tenggara Kabupaten Lebak, Banten, dengan kedalaman pusat gempa 5 kilometer di bawah permukaan laut.

Gempa selanjutnya berkekuatan 4,1 SR terjadi pukul 11.15 WIB yang lokasinya masih sama dengan gempa sebelumnya. Dilanjutkan gempa susulan berkekuatan 4,5 SR, pukul 12.18 WIB berlokasi di 6.97 LS dan 106.35 BT 46 kilometer Tenggara Kabupaten Lebak, Banten, di kedalamanenam kilometer.

"Kami belum menerima laporan adanya bangunan yang rusak akibat gempa ini, tetapi sudah menyiagakan relawan dan sukarelawan untuk membantu, jika ada rumah warga yang rusak," demikian Atep Maulana.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2018