Indonesia raih dua emas dan tiga perak

id tim olimpiade sains

Arsip: Proyek Sains OSN Pertamina 2015 Sejumlah pelajar melihat karya sains dari mahasiswa Jurusan Teknik Mesin konsentrasi Konservasi Energi Universitas Lambung Amangkurat yaitu Briket berbahan dasar tanaman Purun Tikus (Eleocharis dulcis) saat penjurian dan seleksi tingkat regional Asean kategori Proyek Sains dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2015 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Minggu (22/11). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

London (ANTARA News) - Tim Olimpiade Indonesia berhasil meraih dua emas dan tiga perak pada ajang pertandingan bidang sains untuk kelompok usia SMP "International Junior Science Olympiad (IJSO) di Arnhem, Nederland sejak 3 sampai 12 Desember lalu.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Denhaag, Bambang Hari Wibisono kepada Antara London, Rabu mengatakan Olimpiade sains merupakan ajang pertandingan bidang sains untuk kelompok usia SMP dan pada awalnya diinisiasi oleh Indonesia sebagai penyelenggara pertama 2004.

Dikatakannya olimpiade sains tingkat internasional memasuki periode ke-14 yang diikuti 300 orang dari 50 negara dan Indonesia mengirim lima peserta.

Kelima peserta Indonesia mendapat dua emas diraih Wilsen Chandra Putra dari SMP Sutomo 1 Medan dan Peter Addison Sadhani, siswa SMP Santo Aloysius 1 Bandung, sementara tiga medali perak diraih Lugas Firdinand Hamdi dari MTsN 1 Kota Malang, Steven William dari SMP Petra 1 Surabaya dan Carin Abbie Reyhani dari SMPN 111 Jakarta.

Kelima peserta merupakan hasil seleksi di Indonesia, melalui beberapa tahap, termasuk tahap terakhir yang berupa Olimpiade Sains Nasional (OSN), yang diikuti dengan proses pembinaan.

Mulai dari proses seleksi hingga keberangkatan tim, didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, melalui Direktorat SMP, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurut Bambang Hari Wibisono, dibandingkan dengan peserta dari negara lain yang mampu meraih medali emas lebih banyak, peserta dari Indonesia masih perlu persiapan, baik penguasaan teori, maupun melakukan eksperimen.

"Dua komponen kompetisi selama olimpiade internasional tersebut adalah teori dan praktek," katanya.

Olimpiade sains tahun ini, bertema "water and sustainability" sesuai dengan potensi yang ada di Belanda, yaitu pengelolaan sumberdaya air.

Penyediaan air bersih untuk berbagai kebutuhan hidup merupakan isu utama yang dibahas, khususnya dalam menghadapi isu-isu perubahan iklim.

Pada acara penutupan diumumkan tuan rumah penyelenggaraan IJSO ke-15 adalah Bostwana.

Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar