Brebes (ANTARA News) - Seorang tenaga kerja Indonesia, Nurilah (25), yang meninggal akibat jatuh dari lantai empat apartemen majikannya di Abu Dhabi, tiba di rumah duka Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa sekitar pukul 18.30 WIB .

Isak tangis keluarga mewarnai kedatangan jenazah TKI yang meninggal pada 18 Oktober 2011 itu. Bahkan beberapa kerabat dekat pingsan karena tidak kuasa menahan kesedihan dan melihat Nurilah pulang sudah menjadi mayat, tanpa diketahui kejelasan penyebab kematiannya.

"Hingga sekarang keluarga belum menerima keterangan resmi dari Pemerintah Arab Saudi ataupun Pemerintah Indonesia mengenai penyebab kematian Nurilah," kata Karmono, salah seorang kerabat Nurilah, Karmono.

Menurut dia, keluarga hanya mendapat keterangan dari PT Avida Aviaduta beralamat di Rawamangun Jakarta selaku perusahaan jasa tenaga kerja yang memberangkatkan dan menempatkan korban bekerja di Arab Saudi bahwa Nurilah meninggal akibat terjatuh dari apartemen.

"Pihak keluarga di Brebes mendapat kabar korban meninggal sekitar akhir Oktober 2011 dari perusahaan yang memberangkatkan dan diperkuat dengan surat dari Departemen Luar Negeri," katanya.

Ia mengatakan, setelah menerima kabar duka tersebut, pihak keluarga pernah mengonfirmasikan ke Departemen Luar Negeri dan hasilnya Nurilah memang meninggal di Abu Dhabi dan sejak saat itu keluarga di Brebes terus berupaya agar jenazah Nurilah dapat segera dipulangkan ke kampung halaman

Mengenai penyebab kematiannya, Karmono mengatakan, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan, bahkan Departemen Luar Negeri juga belum mengetahui penyebabnya.

"Pihak perusahaan yang memberangkatkan Nurilah hanya memberi kabar bahwa korban meninggal akibat terjatuh dari lantai empat apartemen majikannya, namun hingga kini keluarga belum menerima surat keterangan resmi mengenai penyebab kematiannya," katanya.

Menurut dia, selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di apartemen majikannya bernama Abdulah Ibrahim, ibu satu anak tersebut jarang bercerita tentang kondisinya selama di Abu Dhabi sehingga keluarga di kampung halaman tidak mengetahui bagimana sikap majikan atau orang-orang terdekat di tempat kerja terhadap Nurilah.

Ia mengatakan, korban bekerja sebagai TKI di Arab Saudi sejak enam bulan lalu karena ingin memperbaiki perekonomian keluarga.

Namun, katanya, dia justru pulang dengan kondisi tewas mengenaskan tanpa diketahui penyebab pasti kematiannya.

"Keluarga sangat berharap segala hak korban termasuk uang santunan dan asuransi bisa diselesaikan dengan segera. Rencananya korban akan dimakamkan pada Rabu (7/12) pagi di pemakaman umum desa setempat," katanya.
(ANT-281/M029)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011