Kesembuhan pasien COVID-19 di Surabaya tembus 1.658 orang

id pasien COVID-19 sembuh,pemkot surabaya,penanganan COVID-19,tracing,testing,wakil wali kota surabaya

Arsip foto - Sejumlah warga yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya, Kamis (2/6/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya.

Surabaya (ANTARA) - Angka kesembuhan pasien yang terpapar COVID-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, per Minggu (25/7) menembus 1.658 orang.

"Kami bersama wali kota berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kondisi yang membaik ini agar lebih baik lagi. Kalau bisa angka infeksi harian melandai dan kesembuhan meningkat," kata Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Surabaya, Senin.

Baca juga: Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 sebanyak 114.348 orang

Menurut dia, berdasarkan laporan dinas kesehatan pada Minggu (25/7) disebutkan angka kesembuhan pasien COVID-19 di Surabaya mencapai 1.658 orang, meninggal 27 orang dan kasus positif 713 orang. Tingginya tingkat kesembuhan tersebut mengakibatkan kasus aktif berkurang sebanyak 972 menjadi 10.550 warga dalam perawatan.

Armuji mengatakan masifnya testing dan tracing di Kota Surabaya berperan besar terhadap penanganan COVID-19.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Bangka Barat tambah 92, total 2.925

"Kecepatan tracing menjadi kunci penanganan warga yang positif COVID-19," katanya.

Selain itu, kata dia, Satgas COVID-19 di tingkat kelurahan dan Satgas Kampung Tangguh di setiap RW juga berperan aktif melakukan tracing secara bersama-sama.

Ia menjelaskan bahwa capaian angka kesembuhan yang tinggi turut memacu semangat segenap petugas yang berjibaku menekan angka Infeksi COVID-19 dan juga meningkatkan optimisme warga Surabaya agar semakin banyak yang sembuh.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di NTT bertambah 1.243 orang

"Optimistis dan kedisiplinan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Harus disiplin mematuhi protokol kesehatan dan juga optimistis bahwa terinfeksi COVID-19 itu kemungkinan sembuhnya besar," katanya.

Ia menyebutkan bahwa akurasi tracing berpengaruh untuk memastikan warga yang positif COVID-19 bisa di petakan yakni untuk orang tanpa gejala (OTG) diimbau melakukan isolasi mandiri di rumah, sedangkan yang gejala ringan dan sedang disiapkan dua rumah sakit darurat di Lapangan Tembak dan Gelora Bung Tomo.

Berbagai upaya Pemkot Surabaya untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di antaranya mengoperasikan 63 Puskesmas selama 24 jam, menyiapkan rumah sehat di masing-masing kelurahan serta optimalisasi layanan rumah sakit darurat di Lapangan Tembak dan Gelora Bung Tomo.
 

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar