Pasien COVID-19 meninggal di NTT bertambah 17 orang

id NTT,COVID-19 NTT

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu. ANTARA/ Benny Jahang)

Kupang (ANTARA) - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu menyebutkan adanya penambahan 17 orang pasien COVID-19 yang meninggal dunia sehingga bertambah menjadi 683 orang.

"Berdasarkan data yang diterima GTPP NTT ada penambahan 17 orang pasien COVID-19 di NTT yang meninggal dunia pada Jumat (24/7)," kata Marius Ardu Jelamu di Kupang, Sabtu (24/7).

Ia mengatakan 17 pasien yang meninggal dunia itu tersebar di Kabupaten Ngada lima orang, Kota Kupang empat orang, dan Kabupaten Ende tiga orang.

Sementara di Kabupaten Manggarai Barat dua orang dan Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) masing-masing satu orang.

"Setelah ada penambahan 17 pasien yang meninggal itu sehingga pasien yang meninggal di NTT bertambah menjadi 683 orang," tegas Marius.

Baca juga: Positif COVID-19 di NTT bertambah 1.021 orang
Baca juga: Dua warga yang ambil paksa jenazah pasien COVID terkonfirmasi positif


Ia mengatakan pasien COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga Jumat (23/7) mencapai 35.167 orang dan 23.915 orang telah dinyatakan sembuh.

Sementara yang masih dalam perawatan medis dan isolasi mandiri tercatat 10.569 orang.

"Kasus meninggal karena paparan virus corona di NTT juga cukup tinggi sehingga kami berharap masyarakat benar-benar waspada dan tetap mengikuti protokol kesehatan secara serius," tegas Marius.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota untuk terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap penerapan PPKM mikro guna mengendalikan lonjakan kasus positif COVID-19.

Baca juga: Pemkab Manggarai batasi jam operasi pasar tradisional cegah COVID-19
Baca juga: Tiga warga NTT terpapar varian Delta
Baca juga: Bupati Yentji meninggal setelah isolasi COVID-19 dimakamkan di Lembata

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar