Wali Kota: Belum ditemukan ada COVID-19 varian Delta di Kupang

id NTT, COVID-19 kota kupang

Wali Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore. ANTARA/ Benny Jahang

Kupang (ANTARA) - Wali Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore mengatakan belum ditemukan adanya kasus COVID-19 dengan varian Delta sekalipun terjadi lonjakan kasus COVID-19 yang sangat signifikan di daerah ini..

"Kami belum menerima laporan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang tentang adanya kasus COVID-19 dengan varian Delta," kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di Kupang, Jumat.

Dia mengatakan, sekalipun belum ditemukan adanya kasus COVID-19 dengan varian baru itu namun masyarakat Kota Kupang harus tetap waspada karena penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 14 orang per hari .

Ia mengatakan, kasus COVID-19 di Kota Kupang saat ini sudah mencapai 7.181 orang dan yang telah sembuh dari paparan virus COVID-19 sebanyak 6.824 orang.

Sementara pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang masih dalam perawatan dan isolasi mandiri mencapai 174 orang.

"Penambahan kasus COVID-19 di Kota Kupang mencapai 14 orang per harinya. Peningkatan kasus yang mulai terjadi dalam pekan lalu itu perlu diwaspadai oleh masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara konsisten," tegasnya.

Baca juga: Kota Kupang melarang pesta di empat kelurahan zona merah COVID-19
Baca juga: DPR usulkan pelaku perjalanan ke NTT wajib tunjukkan tes PCR


Jefri menambahkan selama pandemi COVID-19 berlangsung sudah 235 orang warga Kota Kupang yang meninggal dunia terdiri dari pasien dengan kategori suspek yaitu pasien dengan infeksi saluran pernapasan (ISPA) sebanyak 14 orang, pasien probable yaitu pasien dengan gejala ISPA berat sebanyak 38 orang meninggal dunia.

Sedangkan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia mencapai 183 orang.

Jefri mengaku belum bisa memastikan apakah lonjakan kasus COVID-19 di Kota Kupang itu ada kaitannya dengan masuknya varian Delta yang sudah menyebar di Pulau Jawa.

"Kami belum bisa pastikan karena harus melalui pemeriksaan sampel yang lebih akurat," kata Jefri didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kupang, Ernest Ludji.

Baca juga: Disdikbud: Baru 60 persen guru di Kota Kupang divaksinasi
Baca juga: PPKM mikro kunci pengendalian COVID-19 di Kota Kupang

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar