BNPB dukung penanganan lonjakan penularan COVID-19 di Jawa Tengah

id covid jawa tengah,penularan covid,pengendalian covid

Jalan masuk ke Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk sementara ditutup untuk mengurangi mobilitas warga demi memutus mata rantai penularan virus corona di area dalam zona merah penyebaran COVID-19. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan COVID-19 mendukung penanganan lonjakan kasus penularan virus corona di wilayah Jawa Tengah.

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Provinsi Jawa Tengah pada pekan kedua Mei 2021 mengalami peningkatan kasus infeksi virus corona hingga 51 persen dari pekan sebelumnya.

"Provinsi Jawa Tengah mencatatkan kenaikan signifikan mulai pekan kedua bulan Mei 2021 dan tertinggi secara nasional. Jumlahnya mengalami kenaikan 51 persen dibandingkan pekan sebelumnya," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers BNPB yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah antara lain dipicu oleh kegiatan ziarah keagamaan dan tradisi usai Idul Fitri 1442 H.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, satu daerah di Jawa Tengah, Kabupaten Kudus, berada di zona merah atau zona risiko tinggi penularan virus corona.

Selain itu ada sepuluh kabupaten/kota yang masuk zona oranye (zona risiko sedang) dan dua kabupaten/kota di zona kuning (zona risiko rendah) di Jawa Tengah.

BNPB membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengendalikan penularan COVID-19 di daerah yang mengalami lonjakan kasus.

Kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, BNPB memberikan bantuan berupa masker medis lima ribu lembar, masker medis anak 50 ribu lembar, masker kain anak 25 ribu lembar, masker kain 15 ribu lembar, dan masker KF94 lima ribu lembar.

Selain itu, BNPB memberikan bantuan 300 ribu lembar masker ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis di lokasi vaksinasi PT Pura Group di Kudus, Kamis (17/6).

Wiku mengemukakan pentingnya pengintensifan kegiatan pelacakan kasus dan pemeriksaan untuk mendeteksi penularan virus corona serta pengoptimalan peran pos komando (posko) desa/kelurahan dalam mengawai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam upaya pengendalian COVID-19.

Baca juga:
84 desa di Kudus masuk zona merah
Gedung sekolah di Kudus dimanfaatkan sebagai tempat isolasi

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar