Ketua MPR apresiasi USK atas pembinaan mahasiswa asal Papua

id Aceh,MPR RI,USK,Unsyiah,pendidikan,mahasiswa,Papua,Kemendikbud,beasiswa,Afirmasi ADIk

Rektor USK Prof Samsul Rizal (kanan) memberikan cenderamata kepada Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (kiri) usai memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan di kampus USK, Banda Aceh, Kamis (10/6/2021) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Banda Aceh (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi Universitas Syiah Kuala (USK) atas pembinaan terhadap mahasiswa Papua yang kuliah di kampus jantung hati rakyat Aceh itu.

"Saya memberikan apresiasi atas pembinaan Syiah Kuala (USK) kepada para mahasiswa yang berasal dari Papua," kata Bambang Soesatyo, di Banda Aceh, Kamis.

Menurut Bambang, Universitas Syiah Kuala telah memelopori bagaimana memberikan pembinaan terhadap mahasiswa asal negeri Cenderawasih tersebut dari sisi pendidikan.

"Sehingga telah terjadi interaksi yang baik dengan sektor pendidikan (untuk mahasiswa asal Papua)," ujar politikus Partai Golkar itu.

Baca juga: USK sediakan kuota 30 persen melalui jalur mandiri
Baca juga: Kemendikbudristek berikan beasiswa afirmasi untuk mahasiswa Papua
Baca juga: 30 mahasiswa Orang Asli Papua dikirim belajar ke AS dan mancanegara


Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan Dr Mustafa Sabri menyebutkan, mahasiswa asal Papua yang masih mengeyam pendidikan di USK sebanyak 46 orang.

Kata Mustafa, mahasiswa Papua tersebut terdiri dari empat angkatan mulai 2017 hingga 2020. Seluruhnya kuliah dengan bantuan beasiswa afirmasi dari Kemendikbud.

"Mereka semua kuliah dengan beasiswa afirmasi pendidikan tinggi (ADIk) Papua, diberikan setiap semester," kata Mustafa.

Mustafa menyampaikan, mahasiswa Papua tersebut saat pertama masuk kampus diwajibkan tinggal di asrama, kemudian setelah itu juga dipersilahkan jika ingin mencari tempat tinggal sendiri.

Meski tak tinggal di asrama, beasiswa mereka tetap juga diberikan setiap semester setelah dikalkulasikan jumlah bulanan yang diterima mahasiswa.

"Beasiswa mereka itu diberikan dari pertama kuliah, hampir sama dengan mahasiswa bidikmisi (kurang mampu)," demikian Mustafa.

Pewarta : Rahmat Fajri
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar