Sahroni: Polri beri perhatian keberadaan kapal pembawa barang ilegal

id Sahroni,DPR RI,Polri

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (ANTARA)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta para penegak hukum khususnya Polri harus memberi perhatian keberadaan kapal tanpa identitas atau biasa disebut kapal hantu yang diduga membawa barang illegal di perairan Indonesia.

Menurut Sahroni, kejadian kapal hantu ini tidak hanya terjadi satu kali, dan patut menjadi perhatian para penegak hukum.

“Saya sudah melihat videonya, luar biasa para petugas Polairud Polda Babel ini. mereka menjalankan tugasnya dengan sangat baik, hingga mengejar pelaku sampai ke daratan," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Sahroni kritik kebijakan larangan sepeda non-roadbike lintasi JLNT

Namun dia menyesalkan adanya laporan yang menyebutkan bahwa kemunculan kapal hantu ini sering terjadi dan diduga membawa barang-barang ilegal.

Karena itu, katanya, patut menjadi perhatian para penegak hukum karena Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga kapal hantu ini jangan dibiarkan bergentayangan.

Sahroni menilai kepolisian perlu melanjutkan penyelidikan untuk menemukan para pelaku dan mengungkap barang ilegal apa yang dimuat dalam kapal mereka.

Baca juga: Sahroni mengapresiasi Polri efektif jalankan Operasi Ketupat 2021

"Karena para pelaku sempat melarikan diri, jadi ini perlu adanya penyelidikan lanjutan. Para nakhoda dan ABK kapal hantu itu harus terungkap hingga kita bisa mengetahui barang apa yang mereka bawa di kapalnya," ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu menyarankan agar tidak kembali terulang, kepolisian harus terus meningkatkan penjagaan di udara dan laut, khususnya di perairan-perairan yang rawan perlintasan barang-barang ilegal.

Menurut dia, dengan penemuan kapal hantu tersebut menunjukkan bahwa perairan merupakan satu area yang berpotensi menjadi lalu lintas tindakan kriminal.

"Jadi polisi perlu terus menjaga area ini, khususnya di perairan-perairan yang kerap diduga sebagai tempat lalu lintas barang ilegal," katanya.

Baca juga: Anggota DPR: Isu nilai E Jakarta tangani pandemi jangan jadi bola liar

Sebelumnya, Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung (Babel) melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan sebuah kapal tanpa identitas atau biasa disebut sebagai kapal hantu yang diduga membawa barang illegal di kawasan perairan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung (Babel), Sabtu (5/6).

Aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan dari atas helikopter antara Polairud Babel dengan kapal hantu tersebut telah viral di media sosial dan menjadi perbincangan.


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar