WHO berharap Afrika menjelang akhir 2021 bisa memproduksi vaksin

id Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),Tedros Adhanom Ghebreyesus, situs pembuatan vaksin COVID,Afrika

Dokumentasi - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara saat menghadiri Majelis Kesehatan Dunia (WHA) di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19) di Jenewa, Swiss, 24 Mei 2021. ANTARA/Christopher Black/Organisasi Kesehatan Dunia/Handout via REUTERS/pri.

Jenewa (ANTARA) - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin (7/6) menyatakan harapan bahwa
Afrika akan mendirikan pabrik-pabrik vaksin anti COVID-19 yang beberapa di antaranya bahkan sudah bisa beroperasi pada akhir 2021.  
 
Harapan itu ia nyatakan di tengah upaya untuk mengirimkan lebih banyak dosis vaksin ke benua tersebut.

Sementara Tedros tidak menyebutkan secara khusus tentang negara yang dimaksud, Reuters melaporkan bahwa Senegal kemungkinan mulai memproduksi vaksin COVID-19 tahun depan melalui kontrak dengan grup bioteknologi asal Belgia, Univercells.

Kesepakatan itu bertujuan meningkatkan misi Afrika untuk memproduksi obat.

Tedros meminta perusahaan-perusahaan, termasuk Pfizer dan Moderna yang mengandalkan teknologi mRNA, agar berbagi ilmu mereka dengan Technology Access Pool WHO, guna membantu mempercepat pemindahan teknologi penting dalam memerangi pandemi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Dorong pasokan untuk Afrika, Senegal berencana produksi vaksin COVID

Baca juga: Studi: Vaksin Novavax manjur 51% terhadap varian Afrika Selatan

Baca juga: Afsel berencana memvaksin 200.000 orang per hari untuk cegah COVID


 

WHO beri izin penggunaan vaksin Sinovac


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar