PM Inggris minta G7 memvaksin dunia pada akhir 2022

id Boris Johnson,G&,vaksin,COVID-19

Dokumentasi - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bertemu dengan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk untuk pertemuan bilateral selama KTT G7 di Biarritz, Prancis, Minggu (25/8/2019). ANTARA/REUTERS/Christian Hartmann/tm/am.

London (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (5/6) menyerukan para pemimpin negara-negara kaya Kelompok Tujuh (G7) untuk membuat komitmen untuk memvaksin seluruh dunia  pada akhir 2022 ketika mereka bertemu di Inggris minggu depan.

Johnson akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak pertama dalam hampir dua tahun para pemimpin G7 - yang mengikuti pertemuan para menteri keuangan kelompok itu yang ditutup pada hari sebelumnya - dan mengatakan dia akan berjanji untuk mencapai tujuan vaksinasi global.

"Vaksinasi dunia pada akhir tahun depan akan menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah medis," kata Johnson dalam sebuah pernyataan. "Saya meminta rekan-rekan pemimpin G7 saya untuk bergabung dengan kami untuk mengakhiri pandemi yang mengerikan ini dan berjanji kami tidak akan pernah membiarkan kehancuran yang ditimbulkan oleh virus corona terjadi lagi."

Para pemimpin Jerman, Prancis, Amerika Serikat, Italia, Jepang, Uni Eropa dan Kanada akan bergabung dengan Johnson untuk pertemuan puncak tiga hari di Cornwall, Inggris barat daya, yang dimulai pada Jumat. Ini akan menjadi perjalanan luar negeri pertama bagi Presiden AS Joe Biden sejak ia menjabat pada Januari.

Sementara negara-negara kaya telah memvaksin sejumlah besar populasi mereka, banyak negara miskin tidak memiliki akses yang sama ke vaksin. Dan para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa kecuali lebih banyak suntikan COVID disumbangkan, virus akan terus menyebar dan bermutasi.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen, di London untuk pertemuan para menteri keuangan, mengatakan sangat mendesak bagi negara-negara kaya untuk mempromosikan vaksinasi di negara-negara miskin yang tidak mampu membelinya.

Dia juga mengulangi posisi AS bahwa hak paten harus dihapus untuk vaksin, dan mengatakan mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk mengatasi masalah rantai pasokan yang mencegah penumpukan vaksin di bagian lain dunia.

Inggris telah memesan lebih dari 500 juta dosis vaksin COVID-19 untuk 67 juta penduduknya dan mengatakan akan menyumbangkan vaksin yang tidak diperlukan.

Sumber: ReutersBaca juga: Indonesia, Inggris ingin vaksin jangkau seluruh masyarakat di duniaBaca juga: Inggris dukung dan pastikan ketersediaan vaksin COVID-19 untuk duniaBaca juga: AstraZeneca sebut "vaksin untuk dunia" 90 persen efektif

Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar