Vaksinasi COVID-19 bangunkan percaya diri relawan korban kekerasan

id Menko pmk muhadjir effendy, kemenpppa,relawan korban kekerasan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. ANTARA/HO-Kemenko PMK/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengharapkan vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dapat membangun kepercayaan diri relawan korban kasus kekerasan.

“Mudah-mudahan dengan adanya vaksinasi ini akan membangkitkan kembali kepercayaan diri para pegiat dan relawan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Muhadjir di Jakarta, Senin.

Baca juga: Pendamping korban kekerasan perempuan-anak dapat vaksinasi COVID-19

Baca juga: Kemen PPPA: Anak disabilitas rentan jadi korban kekerasan seksual


Muhadjir mengatakan para pegiat dan relawan kekerasan perempuan dan anak merupakan target fungsional dan strategis dalam upaya menekan laju penyebaran COVID-19.

seperti dilaporkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), angka kekerasan perempuan dan anak meningkat tajam pada masa pandemi COVID-19.

Hal itu diperkirakan, selain karena faktor psikis para pelaku ataupun korban, juga karena terbatasnya para pegiat dan relawan yang bisa melakukan pendampingan serta advokasi pada setiap kasus.

Muhadjir berharap dengan vaksinasi yang dilakukan terhadap sejumlah kelompok masyarakat, termasuk pegiat dan relawan penyelesaian kasus kekerasan perempuan dan anak dapat mencapai target ideal, yaitu kekebalan kawanan (herd immunity).

Sebagaimana perhitungan para ahli epidemolog, sekian persen masyarakat yang sudah divaksin akan mampu melindungi mereka yang belum terinfeksi atau belum divaksinasi.

Baca juga: Kemen PPPA: Perempuan korban kekerasan enggan lapor karena malu

Muhadjir berpesan, khususnya kepada masyarakat yang sudah divaksin agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehata,  yaitu 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Selain itu, pemerintah juga akan secara ketat melakukan proses 3T (tracking, tracing, treatment).

“Walaupun nanti sudah divaksin harus tetap mematuhi 3T sebagai tanggung jawab pemerintah dan 3M oleh masyarakat. Jadi, ini adalah salah satu ikhtiar dari kita untuk menyukseskan program yang menjadi arahan Presiden,” kata dia.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar