Pospam Banyuanyar Solo tes usap antigen empat pengunjung

id ​​​​​​​Pospam Banyuanyar Solo ,tes usap antigen empat pengunjung

Petugas medis Dinkes Kota Surakarta, Jawa Tengah, melakukan tes usap antigen terhadap seorang pengendara roda empat dari luar kota yang tidak bisa menunjukkan surat bebas COVID-19 di Pospam Banyuanyar Banjarsari Solo, Jumat (7-5-2021). ANTARA/HO-Humas Polresta Surakarta

Solo (ANTARA) - Petugas Pos Keamanan (Pospam) Banyuanyar Banjarsari Solo melakukan tes usap antigen kepada empat pendatang tanpa surat bebas COVID-19 ketika melakukan penyekatan terhadap mobil pelat luar kota di Surakarta, Jumat.

Tiga di antara mereka adalah warga asal Kabupaten Pati (Jawa Tengah) dan seorang asal Kabupaten Tuban (Jawa Timur) saat masuk Solo tidak bisa menunjukkan surat bebas COVID-19. Mereka lantas menjalani tes usap antigen guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Setelah melakukan tes usap antigen, petugas gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Surakarta di Pospam Banyuanyar meminta mereka yang bukan pemudik untuk memutar balik kendaraannya ke daerah asal keberangkatan meski hasilnya negatif semua.

Baca juga: TNI AD bantah kerahkan tank lakukan penyekatan larangan mudik

Sebaliknya, jika diketahui sebagai pemudik, petugas akan membawa mereka ke Solo Techno Park (STP) untuk menjalani karantina selama 5 hari.

"Kalau hasilnya positif tanpa gejala, mereka dibawa Asrama Haji Donohudan untuk melakukan isolasi mandiri," kata Kepala Bagian Perencanaan (Kabagren) Polresta Surakarta Kompol Endang Sri Hastuti selaku perwira jaga di Pospom Banyuanyar Solo.

Kompol Endang mengatakan bahwa timnya melakukan pemeriksaan kendaraan, khusus pelat nomor luar kota, terkait dengan larangan mudik.

Dari hasil pantauan arus lalu lintas yang melintasi Pospam Banyuanyar menjelang Lebaran 2021, menurut Endang, masih stabil atau belum ada peningkatan.

Dalam penyekatan tersebut, pihaknya melaksanakan penyaringan atau skrining terhadap pengendara yang melintasi pos tersebut. Tercatat empat orang dari Kabupaten Pati (Jateng) dan Tuban (Jatim) tidak bisa menujukkan surat bebas COVID-19.

Endang menegaskan bahwa mereka bukan pemudik setelah petugas menanyakan tujuan mereka ke Surakarta. Tiga warga asal Pati dengan tujuan ke Solo mengirim barang, sedangkan seorang lagi asal Tuban bekerja.

Masyarakat, lanjut dia, sebenarnya sudah mengetahui mulai 6 hingga 17 Mei ada larangan mudik sehingga banyak titik penyekatan dan pemeriksaan di daerah.

"Jika tidak perlu, mereka tidak melaksanakan perjalanan. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat sudah makin baik guna mencegah penularan COVID-19," katanya.

Baca juga: Puluhan kendaraan diputar balik di jalur perbatasan Tangerang

Polresta Surakarta pada Operasi Ketupat Candi 2021 telah membuka lima pospam, yakni Banyuanyar, Tugu Mahkuto Karangasem, Faroka Jajar, Jurug Jebres, dan Palang Joglo serta satu pos pelayanan (posyan) di Benteng Vastenburg.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak mengatakan bahwa kelima pospam tersebut mengutamakan penyaringan, khususnya pengendara berpelat nomor luar kota yang akan mudik ke Solo.

Sesuai dengan arahan, kata Kapolresta, bagi masyarakat luar yang akan berkunjung atau ada urusan pekerjaan di Kota Solo, harus bisa menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM) yang dikeluarkan perusahaan atau pemerintah setempat dan dilengkapi surat bebas COVID-19.

"Bagi pemudik, aturannya sudah jelas. Kalau hasil tes usap antigen negatif, wajib karantina di Solo Techno Park selama 5 hari atau di hotel yang telah ditunjuk dengan biaya sendiri. Sementara itu, pemudik yang positif diisolasi di Donohudan Boyolali.

Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar