Investor LVMH suntikkan Rp818 miliar ke Social Bella

id social bella,catterton,lvmh

Ilustrasi: Sociolla, jaringan omnichannel Social Bella. (ANTARA/Social Bella)

Jakarta (ANTARA) - Empat investor yang dipimpin L Catterton, perusahaan investasi AS yang juga mendanai korporasi brand mewah asal Prancis LVMH, menyuntikkan dana segar senilai Rp818 miliar ke perusahaan beauty-tech Social Bella.

Indies Capital bersama dua pemegang saham Social Bella sebelumnya, East Ventures dan Jungle Ventures, turut berpartisipasi pada pendanaan di putaran kali ini. Pendanaan ke Social Bella ini merupakan investasi pertama L Catterton di Indonesia.

Baca juga: Ragam keunikan dan tren riasan era 2010-an hingga 2020

Sementara bagi Social Bella, selain menunjukkan potensi industri ritel di Indonesia yang begitu besar, pendanaan ini juga membuktikan kapabilitas serta kepemimpinan perusahaan yang solid di industri.

"Kerja sama dan investasi dari L Catterton, Indies Capital, East Ventures dan Jungle Ventures akan mendorong kapabilitas kami dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi terdepan serta produk-produk terbaik bagi pelanggan kami di Indonesia, Vietnam, dan wilayah-wilayah lainnya," kata Presiden dan Co-founder Social Bella, Christopher Madiam, dalam pernyataan pers, dikutip Jumat.

Menurut Yock Siong Tee, Principal di L Catterton and Investment Lead for Southeast Asia, penetrasi industri kecantikan dan perawatan diri di Asia Tenggara terus berkembang pesat dengan ‘pemain’ yang inovatif seperti Sociolla yang menyediakan lebih banyak pilihan, produk-produk premium dan meningkatkan jangkauannya baik secara online maupun offline terhadap konsumennya.

Social Bella juga menyambut baik kerja sama dengan Indies Capital yang menjadi salah satu investor baru di putaran pendanaan kali ini. Indies Capital merupakan manajer investasi multi aset alternatif terdepan dengan spesialisasi di investasi private credit untuk kawasan Asia Tenggara.

“Social Bella mampu menjawab perkembangan kebutuhan kecantikan dan perawatan diri masyarakat dengan pendekatan unik, termasuk lewat inovasinya dalam memperkenalkan konsep omnichannel pertama di Indonesia," kata Pandu Sjahrir, Managing Partner Indies Capital.

Sebelumnya, Social Bella telah mendapatkan pendanaan dari investor terkemuka termasuk Temasek yang berpusat Singapura, Pavilion Capital dan Jungle Ventures.

Di tengah tantangan pandemi Social Bella tetap mampu merealisasikan dan mengembangkan konsep omnichannel-nya dengan impresif. Tahun lalu, perusahaan telah mengembangkan bisnis B2C-nya, Sociolla, ke Vietnam dan kini telah membuka 21 toko omnichannel di sembilan kota di Indonesia dan satu di kota Ho Chi Minh, Vietnam.

Baca juga: Social Bella raih pendanaan Rp818 miliar dari L Catterton

Baca juga: Sociolla buka lima toko baru di Jabodetabek dan Bali

Baca juga: Social Bella catat peningkatan transaksi saat masa pandemi

Pewarta : Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar