Petani Mukomuko mengajukan penyaluran dana rehabilitasi irigasi

id Mukomuko,irigasi mukomuko

Salah satu jaringan irigasi tersier yang rusak di Kabupaten Mukomuko. (Foto Dok.Antarabengkulu.com)

Mukomuko (ANTARA) - Sebanyak 19 kelompok tani di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu yang mendapatkan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dari pemerintah, telah mengajukan peyaluran dana untuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang rusak di wilayahnya.

“Petani telah mengajukan penyaluran dana untuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier, sehingga kini petani daerah ini masih menunggu penyaluran dana untuk melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang rusak di wilayahnya,” kata Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Ali Mukhibin, di Mukomuko, Kamis.

Sebanyak 19 kelompok tani yang tersebar di empat kecamatan di daerah ini tahun 2021 mendapatkan dana yang bersumber dari tugas perbantuan (TP) untuk melaksanakan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier di daerah ini.

Rehabilitasi jaringan irigasi tersier di 19 titik tersebar pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Lubuk Pinang, XIV Koto, Air Manjuto, dan Kecamatan Selagan Raya.

Ia menyatakan, meskipun dana rehabilitasi jaringan irigasi tersier di daerah ini bersumber dari tugas perbantuan, tetapi instansinya menjadi pejabat pelaksana kegiatan (PPK).

“Kami turut serta dalam melakukan pendampingan dan mengawasi kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier ini karena kami sebagai PPK, sedangkan kuasa pengguna anggaran (KPA) di pemerintah provinsi setempat,” ujarnya.

Pihaknya yang melakukan pendampingan dan memantau setiap perkembangan pekerjaan rehabilitasi jarigan irigasi tersier yang rusak di empat kecamatan di daerah ini.

Jumlah dana yang bersumber dari tugas perbantuan provinsi untuk kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang rusak di daerah tersebut sekitar Rp1,4 miliar.

“Total dananya sebesar Rp1,4 miliar. Dana sebesar itu untuk pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi tersier di sebanyak 19 titik di daerah ini atau setiap titik sebesar Rp75 juta,” ujarnya pula.
Baca juga: Dampak kemarau, debit air irigasi di Mukomuko-Bengkulu berkurang
Baca juga: Petani Mukomuko tolak perpanjangan waktu pengeringan irigasi

Pewarta : Ferri Aryanto
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar