Kemarin, dakwaan Edhy Prabowo hingga Densus 88 tembak terduga teroris

id Edhy Prabowo,Densus 88,Polri

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menjalani sidang perdana kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang digelar secara virtual dari Pengadilan Tipikor di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/4/2021). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

Jakarta (ANTARA) - Berita hukum yang terjadi pada Kamis (15/4) namun masih menarik disimak hari ini, mulai dari Edhy Prabowo didakwa terima suap Rp25,75 miliar hingga Densus 88 tembak mati terduga teroris di Makassar.

Berikut rangkuman selengkapnya

1. Edhy Prabowo didakwa terima suap Rp25,75 miliar

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo didakwa menerima 77 ribu dolar AS dan Rp24,625 miliar, sehingga totalnya mencapai sekitar Rp25,75 miliar dari para pengusaha pengekspor benih benur.

Selengkapnya di sini:

2. Mantan anggota DPRD Palembang dan empat bandar narkoba divonis mati

Mantan anggota DPRD Palembang, Doni (30) dan empat terdakwa lainnya divonis pidana mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Palembang karena terbukti terlibat dalam peredaran narkoba lintas negara.

Selengkapnya di sini:

3. Polri jelaskan status keanggotaan 2 tersangka "unlawful killing"

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan status keanggotaan 2 tersangka "unlawful killing" adalah anggota Polri dalam pemeriksaan.

Selengkapnya di sini:

4. Mahfud sebut tagihan utang BLBI capai Rp110 triliun lebih

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan total tagihan utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) mencapai Rp110 triliun lebih.

Selengkapnya di sini:

5. Polisi: Terduga teroris ditembak hendak serang polisi dengan parang

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak mati salah seorang terduga teroris berinisial MT, di Jalan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, Silawesi Selatan (Sulsel), karena hendak menyerang polisi dengan menggunakan dua bilah parang pada kedua tangannya saat akan diamankan.

Selengkapnya di sini:


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar