KPI gandeng UPN "Veteran" Jakarta riset indeks kualitas program siaran

id UPN veteran,riset indeks kualitas program siaran TV,KPI

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menggandeng Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta dalam mengadakan riset indeks kualitas program siaran televisi 2021. (ANTARA/HO-dok pri)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menggandeng Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta dalam mengadakan riset indeks kualitas program siaran televisi 2021.

"Riset ini sudah dilakukan selama tujuh tahun. Analisis dari perguruan tinggi sangat membantu KPI dalam memetakan program siaran. Program yang tidak berkualitas, akan kami benahi," kata Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Agung mengatakan riset yang diadakan KPI menjadi pertimbangan rumah produksi dan televisi dalam memproduksi dan menyiarkan program siaran. Tidak jarang, rumah produksi datang untuk berdiskusi dengan KPI terkait dengan sinetron yang akan digarap agar tidak ada pelanggaran.

Dia memberi contoh sebuah rumah produksi akan memproduksi sinetron yang diangkat dari sebuah novel populer yang menceritakan tentang perkawinan yang dilakukan seorang anak yang masih bersekolah di SMP.

"Kami sampaikan kalau sudah ada aturan bahwa usia perkawinan untuk perempuan minimal 19 tahun. Atas saran KPI, akhirnya ada penyesuaian terhadap sinetron tersebut, meskipun bila ada pelanggaran akan tetap kami tegur," kata Agung.

Baca juga: KPI dorong televisi Indonesia tambah konten anak-anak

Baca juga: KPI gandeng perguruan tinggi survei kualitas siaran tv

 

Rektor UPN "Veteran" Jakarta Dr Erna Hernawati Ak CPMA CA mengatakan kerja sama dengan KPI untuk melakukan riset indeks kualitas program siaran televisi sudah berlangsung sejak 2018.

"Tahun ini adalah pelaksanaan kerja sama yang keempat. Pada 2021, UPN 'Veteran' Jakarta akan melakukan diseminasi hasil riset melalui konferensi internasional," katanya.

Menurut Erna, kerja sama riset tersebut sesuai dengan visi UPN "Veteran" Jakarta untuk menghasilkan lulusan yang unggul dengan identitas Bela Negara.

"Kami juga memiliki ketersediaan sumber daya manusia dan potensi diseminasi hasil riset kepada mahasiswa. Mahasiswa aktif kami mencapai 11.000 mahasiswa,” kata Erna.

Baca juga: Hari Penyiaran,migrasi TV digital buat konten dan segmentasi beragam

Baca juga: KPI lihat televisi mulai kurangi tayangan kebanci-bancian


Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar