Wamen LHK pastikan pencegahan kebakaran hutan telah berjalan

id kebakaran hutan,manggala agni

Wamen LHK Alue Dohong (kanan) ketika mengunjungi konservasi elang jawa di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat pada Selasa (6/4/2021). ANTARA/Prisca Triferna

Sukabumi (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai persiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini dengan berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

"Kita belajar dari pengalaman dua tiga tahun terakhir bahwa pencegahan itu lebih penting dari penanggulangannya," kata Wamen LHK Alue ketika ditemui dalam kunjungan ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Selasa.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman tersebut telah melakukan berbagai langkah pencegahan seperti adanya patroli keliling dari satgas gabungan yang beranggotakan seperti Manggala Agni dari KLHK, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan anggota Masyarakat Peduli Api.

"Jika melihat ada titik api maka tim reaksi cepat akan dilakukan pemadaman dini di lapangan untuk mencegah melebarnya kebakaran," katanya.

Selain itu, dilakukan juga pencegahan dengan teknik modifikasi cuaca khususnya penyemaian awan atau hujan buatan di daerah yang memiliki potensi titik api.

Baca juga: Gugatan KLHK dikabulkan, PT RAJ harus ganti rugi Rp137,6 miliar
Baca juga: Polda Sumsel tambah pasukan bantu cegah karhutla di daerah rawan


Dalam konteks lahan gambut, menurut dia, pembasahan kembali dengan menggunakan sumur bor atau sekat kanal menjadi salah satu teknik pencegahan utama untuk memastikan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar.

Tidak lupa, tegas Alue, dilakukan pendekatan sosial terhadap masyarakat mengingat kebanyakan penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah ulah manusia.

"Karena 99 persen kebakaran itu oleh ulah manusia tentu kesadaran manusia akan kita tingkatkan supaya tidak membakar sembarangan, tidak menyulut api sembarangan pada saat musim panas atau rentan bahaya kebakaran dan plus juga penegakan hukum," kata Alue.

Menurut data KLHK, terjadi penurunan signifikan luasan kebakaran hutan pada 2020 yaitu sebesar 296.942 hektare (ha) dibandingkan 1.649.258 ha pada 2019.

Baca juga: Desa Mandiri solusi karhutla sekitar kebun
Baca juga: Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Musi Rawas tangkap pembakar lahan

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar