Menteri PPPA: Orang tua mesti tanamkan jiwa kepemimpinan pada anak

id Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga,Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia,kepempimpinan,anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga. ANTARA/ HO-Kemen PPPA.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan orang tua perlu menanamkan karakter atau jiwa kepemimpinan pada anak sebagai generasi penerus bangsa untuk menciptakan pemuda yang berkualitas.

"Perkembangan yang begitu cepat, anak-anak pun harus kita persiapkan untuk beradaptasi dengan cepat bahkan menjadi pemimpin yang sesuai dengan zamannya. Salah satunya dengan menanamkan kepemimpinan pada anak, yaitu memperkuat kemampuan sosio-emosional anak sebagai salah satu keahlian yang perlu dikuasai anak di masa transisi menuju kedewasaan, terutama di era digital," katanya melalui siaran pers di Jakarta, Jumat.

Berbicara pada Mahasabha XII Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) dengan tema "Muda Memimpin, Indonesia Maju" yang dilaksanakan secara virtual, Menteri PPPA menambahkan untuk mengembangkan kemampuan sosio-emosional anak, orang tua dan keluarga harus bersama-sama mengembangkan strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Di antaranya dengan menjadi panutan yang baik, menumbuhkan kesukaan pada belajar, menumbuhkan kreativitas dan inovasi anak, membangun empati dan kerja sama pada anak dan menjadikan preferensi anak sebagai kunci dari strategi pola asuh.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengikis budaya patriarki yang menempatkan posisi perempuan di bawah laki-laki.

"Budaya patriarki ini harus terus-menerus dikoreksi karena telah berakar dan dipraktikkan secara turun-temurun. Budaya ini juga merupakan akar masalah dari adanya diskriminasi, stigmatisasi, bahkan kekerasan terhadap perempuan dan anak," katanya.

"Di sinilah keluarga memegang kunci dalam mengubah budaya patriarki menjadi budaya kesetaraan. Keluarga harus mengembangkan potensi, baik anak perempuan dan anak laki-laki secara setara untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas," tambahnya.

Ia mengatakan hal ini seperti sebuah frasa "it takes a village to raise a child", maka dibutuhkan banyak pihak untuk membesarkan seorang anak yang berkualitas.

"Berbagai pihak harus bersinergi, saya berharap Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) sebagai calon pemimpin bangsa dapat terlibat aktif mendukung tumbuh kembang anak dalam keluarga demi mewujudkan Indonesia Maju, Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030 dan Indonesia Emas 2045," demikian Bintang Puspayoga.

Baca juga: Menteri PPPA: Pastikan sekolah tatap muka harus aman bagi anak

Baca juga: Menteri PPPA: Meski COVID, pemenuhan hak anak tak bisa dikesampingkan

Baca juga: Menteri PPPA: Anak Indonesia harus perjuangkan empat hak dasarnya

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar