Cegah penyelundupan, Satgas TNI perketat jalan tikus batas RI-Malaysia

id Satgas Pamtas TNI,Kapuas Hulu,Kalbar,RI-Malaysia,jalan tikus

FOTO ARSIP - Prajurit TNI saat menggagalkan penyelundupan 30 butir peluru dan dua orang warga Negara Malaysia di "jalan tikus" perbatasan Indonesia - Malaysia, di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (FOTO ANTARA/Timotius)

Putussibau, Kalbar (ANTARA) - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat memperketat pengawasan "jalan tikus" atau jalur tidak resmi di wilayah perbatasan kedua negara itu untuk mengantisipasi pelaku penyelundupan barang ilegal, salah satunya narkoba. "Kami memperketat pengawasan di jalur batas dengan cara melaksanakan patroli serta kegiatan penyergapan di setiap titik jalan jalur tikus yang mungkin dapat dilalui oleh para pelaku ilegal di sektor wilayah satgas kami," kata Dansatgas Pamtas TNI di perbatasan RI-Malaysia dari Yonif 407/PK Letkol (Inf) Catur Irawan kepada ANTARA, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu. Ia menjelaskan bahwa patroli di sepanjang jalur tidak resmi rutin dilaksanakan, terutama di jalur-jalur rawan terjadinya penyelundupan. "Patroli di patok-patok batas negara juga rutin kami lakukan dan selalu dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait yang bertugas di perbatasan," kata Catur Irawan.
Baca juga: Satgas Yonif 407/PK gagalkan penyelundupan barang ilegal asal Malaysia

Baca juga: Satgas Pamtas gelar tes cepat COVID-19 terhadap 264 PMI

Baca juga: BP2MI-Satgas Pamtas amankan enam PMI di perbatasan Indonesia-Malaysia

 Sementara itu Kepala Imigrasi Kelas III Putussibau M Ali Hanafi mengatakan pengawasan di jalan tikus memang kewenangan Satgas Pamtas TNI, namun koordinasi dan patroli gabungan juga selalu dilakukan di sepanjang jalur tidak resmi itu. " Pengawasan di perbatasan memang kami perketat, kami juga rutin melakukan operasi gabungan berupa patroli, apalagi sempat di kabarkan adanya penyelundupan narkoba," katanya. Menurut dia jalur tikus memang rawan sebagai tempat penyelundupan barang ilegal serta pelintasan secara ilegal, sehingga upaya pencegahan serta pengawasan terus dilakukan bersama pihak terkait lainnya. " Yang jelas jalur tikus telah diawasi secara ketat dan itu di jaga oleh Pamtas," demikian M Ali Hanafi.

Baca juga: Satgas Pamtas Yonif 407 gagalkan PMI ilegal ke Malaysia

Baca juga: Satgas Pamtas 133/YS ajari mengaji generasi muda di perbatasan

Baca juga: TNI datangi rumah warga perbatasan berikan layanan kesehatan

Baca juga: 450 prajurit TNI di perbatasan Papua kembali ke Kalbar

Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar