Kapus Kesehatan TNI nilai tiga pilar sudah kerja maksimal tegakkan 3T

id Mayjen Tugas Ratmono, Kemenkes, RSD Wisma Atlet, 3T, 3M, kemenkes, tracing, tracer COVID-19, COVID-19

Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen Tugas Ratmono bersama Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kartini Rustandi di Puskesmas Menteng saat meninjau tracer COVID-19, Senin (22/2/2021). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono menilai tiga pilar dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah sudah bekerja maksimal dalam menegakkan 3T (testing, tracing, dan treating).

"Saya lihat kerja sama tiga pilar ini sangat baik. Jadi tracer-tracer dari TNI, Polri dan pemda saling bekerja sama memberikan keterpaduan dalam penanganan COVID-19 di lingkungan masing-masing,” kata Mayjen Tugas di Puskesmas Menteng, Senin.

Baca juga: Jumlah peserta tes cepat COVID-19 di Stasiuan Solobalapan menurun

Pria yang juga menjabat sebagai Koordinator RSD Wisma Atlet Kemayoran itu bersama Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kartini Rustandi mengunjungi Puskesmas Menteng dan Kelurahan Cikini Jakarta Pusat untuk melihat proses 3T di lapangan.

Ia juga memantau efektivitas pelaksanaan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) di Puskesmas Menteng dan Kantor Kelurahan Cikini.

Baca juga: RSD Wisma Atlet tampung 30 warga korban banjir Jakarta yang reaktif

Tugas yang juga masuk sebagai anggota Tim Penanganan COVID-19 dan Vaksinasi itu menyebutkan kebijakan penerapan 3T dan 3M dari pemerintah pusat harus satu kendali hingga tingkat rukun tetangga/rukun warga (RT/RW).

“Tujuannya supaya betul-betul dari pusat sampai tingkat RT/RW itu satu kendali, satu sinkronisasi sehingga kita harapkan bisa memberikan hasil yang sangat baik dalam proses percepatan penanganan COVID-19,” tutur Tugas.

Baca juga: RSUD Kembangan gelar vaksinasi COVID-19 untuk lansia

Pada kesempatan itu, Tugas dan pejabat Kemenkes RI sempat bertemu dengan petugas pelacak terhadap pasien COVID-19 (tracer) di Posko Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Kelurahan Cikini.

Tugas menegaskan peran tracer sangat penting agar orang yang terpapar COVID-19 bisa segera diketahui untuk secepatnya dilakukan testing dan perawatan (treating).

"Tujuannya adalah memutus mata rantai penularan sedini mungkin. Konsepnya jangan ada lagi yang tertular dan menulari. Makanya kita ingin tahu bagaimana tracer bekerja di lapangan,” jelas jenderal bintang dua TNI itu.**

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar