Mayjen Tugas: Integrasi digital jadi kunci soal mengelola RSDC

id Wisma atlet

Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono memantau penggunaan sistem digital di RSD COVID-19 Wisma Atlet (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono menyebutkan integrasi digital menjadi salah satu kunci maksimalkan pengelolaan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. "Dukungan teknologi informasi berbasis digital tersebut, sangat kami butuhkan. Ribuan pasien COVID-19 yang dirawat di sini, dengan berbagai spesifikasi pada tiap pasien, tentu sangat lamban bila dilakukan secara manual," kata Mayjen TNI Tugas Ratmono di Jakarta, Sabtu. Dengan aplikasi digital yang terintegrasi lanjut dia, pihaknya dari waktu ke waktu dapat terus meningkatkan pelayanan terhadap pasien.

Baca juga: Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 berjumlah 58.688 orang Kemudian dengan visi digital, Mayjen TNI Tugas Ratmono berhasil mengelola RSDC Wisma Atlet Kemayoran, dan menjadi acuan pengelolaan rumah sakit untuk merawat pasien COVID-19 di tanah air. Mayjen TNI Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet, merumuskan serta mengeksekusi visi digital tersebut sejak awal. Hal itu kata dia dengan membangun sistem informasi untuk memasukkan data pasien ke daftar secara digital, penggunaan integrasi digital digunakan sejak pasien COVID-19 masuk ke RSDC Wisma Atlet. Kemudian dilanjutkan dengan sistem untuk melakukan input kondisi kesehatan pasien secara detail, setelah menjalani pemeriksaan awal di instalasi gawat darurat RSDC. Tak hanya sampai di situ. Mayjen TNI Tugas Ratmono kemudian memberlakukan sistem informasi berbasis digital di divisi psikologi, divisi gizi, divisi psikiater, serta di sejumlah divisi lainnya. Tahap selanjutnya, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengintegrasikan sistem di semua divisi yang ada di RSDC Wisma Atlet, dalam konteks manajemen kerumahsakitan. Dengan demikian, antar divisi bisa leluasa saling memberikan dukungan melalui aplikasi berbasis digital. Contoh alur kongkrit sistem digital tersebut sebagai berikut, seorang pasien COVID-19 yang mengidap penyakit diabetes misalnya, akan dibuatkan menu untuk meningkatkan imunitasnya, tapi komposisi menunya dirancang agar sekaligus menjaga kadar gula darahnya. Divisi gizi merespon berdasarkan informasi data pasien di aplikasi digital RSDC Wisma Atlet. Pada saat yang sama, divisi logistik juga merespon pengadaan bahan baku pangan untuk kebutuhan divisi gizi. Sistem informasi digital Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, didukung oleh tim Informasi Teknologi (IT) dari Valista. Perusahaan spesialis IT Rumah Sakit ini dikomandani oleh Ivan J Kristanto dan Lianto Goenadi. Kedua sosok tersebut masih muda sekaligus memiliki visi yang jauh ke depan, dalam konteks manajemen kerumahsakitan berbasis teknologi informasi. "Kami merancang sistem IT untuk RSDC ini secara single entry," tutur Lianto Goenadi. Lianto Goenadi mengatakan sistem tersebut untuk menjaga agar tiap data yang di input tenaga kesehatan, memiliki tingkat akurasi yang tinggi. "Selain itu, untuk memudahkan tenaga kesehatan di tiap lini beradaptasi dengan sistem yang kami ciptakan," kaya Lianto. Ivan J Kristanto mengatakan sistem digital dibuat dengan model yang mudah digunakan sehingga ketika pergantian tenaga kesehatan yang bertugas tidak akan kesulitan menjalankan sistem tersebut. "Tim IT memberikan pelatihan serta memberikan pendampingan secara berkesinambungan," ujarnya.

Baca juga: Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Wisma Atlet tambah 65 orang

Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar