Imunolog UGM minta masyarakat tak ragukan keamanan vaksin COVID-19

id Vaksin,Covid-19,Imunolog,UGM

Ilustrasi - Botol botol dosis vaksin virus corona baru atau COVID-19 di laboratorium. ANTARA/Shutterstock.

Yogyakarta (ANTARA) - Pakar Imunologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Deshinta Putri Mulya meminta masyarakat tidak ragu terhadap keamanan vaksin COVID-19 Sinovac yang akan diberikan pemerintah secara gratis sebab keamanan vaksin telah dipastikan.

"Jadi selayakanya masyarakat tidak memiliki keraguan pada vaksinasi yang akan diberikan," kata Deshinta dalam talkshow kesehatan terkait Vaksin COVID-19 yang digelar oleh RSA UGM secara virtual di Yogyakarta, Rabu.

Deshinta menuturkan program vaksinasi COVID-19 akan sukses apabila dilandasi kerja sama yang baik oleh semua pihak, baik pemerintah, fasilitas pelayanan vaksin, maupun masyarakat.

Hal tersebut sangat penting dilakukan agar dapat mencapai herd immunity atau kekebalan populasi supaya pandemi COVID-19 di Tanah Air segera berakhir.


"Masyarakat diharapkan mengikuti dan memahami informasi dari sumber yang kompeten sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman akan vaksinasi," kata dia.


Lebih lanjut, Kepala Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM ini menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh dokter, perawat, atau bidan yang telah memiliki kompetensi.


Sebelum pemberian vaksin dilakukan, katanya, akan didahului screening status kesehatan, baik terkait penyakit penyerta maupun status infeksi COVID-19.

Dalam pelaksanaannya juga tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan.

Dokter Spesialis Paru RSA UGM dr. Siswanto mengatakan jika saat ini kasus COVID-19 memasuki titik kritis karena kasus terkonfirmasi terus meningkat dari waktu ke waktu.

Sementara itu kapasitas perawatan di rumah sakit terbatas. Untuk itu, kehadiran vaksin menjadi salah satu solusi dalam mencegah penyebaran COVID-19.

"Meski sudah ada vaksin, tapi kita tidak boleh lengah hanya mengandalkan vaksin saja. Gerakan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan harus tetap dilakukan," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) DIY Dr. dr. Darwito juga meminta masyarakat tidak khawatir dengan keamanan vaksin COVID-19.

"Ya tidak usah khawatir selama vaksin itu sudah masuk di Indonesia dan punya surat izin edar, berarti sudah di-approve (disetujui) oleh yang berkompeten, yaitu BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan)," kata Darwito.

Mantan Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta ini menegaskan bahwa apabila vaksin telah disetujui oleh BPOM, maka tidak perlu lagi dikhawatirkan dari sisi keamanan.

"Yang namanya di-approve itu ya sudah yang paling baik, yang paling minim efek sampingnya," kata dia.

Vaksin COVID-19 CoronaVac produksi China, Sinovac telah resmi mendapatkan izin penggunaan darurat atau emenrgency use of authorization (EUA) dari BPOM, juga sertifikasi halal dari MUI. Program vaksinasi tahap pertama telah dimulai ditandai dengan penyuntikan dosis pertama vaksin Sinovac kepada Presiden Joko Widodo, Rabu (13/1) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.


Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar