Rektor IAIN Palu : Vaksin permudah pembangunan SDM di pandemi COVID

id Rektor iain palu,IAIN Palu,Prof Sagaf Pettalongi MPd,Vaksin COVID-19

Petugas membawa vaksin COVID-19 Sinovac ke dalam tempat penyimpanan setibanya di Gedung Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Palu, Selasa (5/1/2021). Sebanyak 11.000 dosis vaksin COVID-19 Sinovac tiba di Sulawesi Tengah yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, lansia dan pegawai pelayanan publik (ANTARAFOTO/Mohammad Hamzah)

Palu (ANTARA) - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof H Sagaf Pettalongi MPd, mengemukakan adanya vaksin COVID-19 dapat membantu untuk mempermudah upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) di tengah pandemi yang sedang terjadi.

"Dengan tersedianya vaksin yang akan diikutkan dengan pelaksanaan vaksinasi masyarakat adalah salah satu ikhtiar yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penularan dan penyebaran COVID-19. COVID-19 hampir memutus seluruh aktivitas sosial manusia tidak terkecuali sistem pendidikan dan pembelajaran," ucap Prof Sagaf Pettalongi MPd di Palu, Selasa.

Pernyataan Prof Sagaf Pettalongi MPd berkaitan dengan tibanya vaksin COVID-19 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa.

Sebanyak 11 ribu dosis vaksin COVID-19, telah tiba di Palu dan saat ini berada di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah.

Baca juga: Pasien COVID-19 yang sembuh di Sulawesi Tengah bertambah 77 orang

Pengangkutan vaksin dari Bandar Udara Mutiara Sis Aljufir Palu ke Gedung Instalasi Farmasi Dinkes Sulteng mendapat pengawalan ketat Direktorat Polisi Lalu Lintas dan Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Prof Sagaf menyebut vaksin yang telah tiba, menjadi satu harapan dan semangat baru bagi seluruh komponen masyarakat dan pemerintah, termasuk tenaga pendidik di semua jenjang tingkatan satuan pendidikan.

Minimal, di dunia pendidikan, kata dia, seiring adanya vaksin dalam pelaksanaan belajar dan mengajar para tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan para siswa dan mahasiswa, tidak lagi cemas dan takut dengan COVID-19.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Sulteng cetak rekor tertinggi dan terbanyak di Palu

Hal itu karena selama ini, COVID-19 memutus hampir seluruh aktivitas masyarakat termasuk sistem pembelajaran di semua tingkatan satuan pendidikan.

"Jika kondisi ini terus berlangsung maka dipastikan bahwa agenda pembangunan sumber daya manusia juga tidak dapat tercapai secara maksimal. Karena itu dengan adanya vaksinasi maka penguatan pembangunan SDM dapat berlangsung sesuai rencana," ujarnya.

Prof Sagaf mengemukakan pemerintah tentu telah mengkaji dan mempertimbangkan tingkat kelayakan, keamanan dan kehalalan vaksin yang akan digunakan dan diberikan kepada masyarakat dan rakyat Indonesia secara umum, warga Sulteng secara khusus, demi kemaslahatan dan keselamatan masyarakat, bangsa dan negara.

"Namun pemberian vaksinasi ini tentu tidak secara langsung kita meninggalkan protokol kesehatan yang selama ini sudah berjalan, tetapi hendaknya tetap patuh pada protokol kesehatan khususnya mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak," sebut Prof Sagaf.

Baca juga: Tingkat kesembuhan COVID-19 di Sulteng menurun akibat abaikan protokol

Dengan vaksinasi pelaksanaan proses belajar dan mengajar semua tingkatan satuan pendidikan bisa berlangsung dengan baik, agar mutu dari penyelenggaraan pendidikan bisa tercapai maksimal.

Dengan adanya vaksin, ada harapan untuk bebas dari ancaman dan bahaya COVID-19," ujar Prof Sagaf.

IAIN Palu, kata Prof Sagaf, mengapresiasi kerja cerdas dan cepat dari pemerintah dalam penanggulangan COVID-19.

Baca juga: 563.371 peserta BPJAMSOSTEK terdampak COVID-19 se Sulama terima BSU

"Adanya vaksin menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah melindungi segenap masyarakat dari bahaya COVID-19," ungkap Prof Sagaf.

Rektor juga berharap agar para tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan serta siswa dan mahasiswa juga menjadi prioritas vaksinasi di tahap selanjutnya, sehingga proses pelaksanaan pembelajaran bisa segera normal.

Sesuai penjelasan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, pada tahap awal sebanyak 11 ribu dosis vaksin itu ditujukkan kepada tenaga kesehatan.

Di Sulawesi Tengah terdapat tidak kurang 22 ribu orang tenaga kesehatan. Selanjutnya akan diberikan kepada sektor pelayanan publik, orang lanjut usia dan kelompok rentan lainnya.

Baca juga: OJK nilai perbankan di Sulteng masih sehat di tengah pandemi COVID-19

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar