275 orang pasien positif COVID-19 di Pasaman Barat sembuh

id COVID-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia. ANTARA/HO-Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pasaman Barat/am.

Simpang Empat, Sumbar (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran COVID-19 Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat mencatat 275 orang pasien positif sembuh.

"Kasus positif COVID-19 memang terus naik. Namun pasien yang sembuh juga ikut bertambah," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Minggu.

Baca juga: Warga taat protokol kesehatan bisa dapat hadiah di Kota Bandung

Ia mengatakan total jumlah kasus COVID-19 hingga Minggu (6/12) pagi mencapai 360 orang. Sebanyak 275 orang sembuh, 19 orang meninggal dunia dan pasien yang masih positif 66 orang.

Menurut dia, dengan bertambahnya pasien sembuh maka hingga saat ini pasien positif COVID-19 tinggal 33 orang.

Baca juga: Kementerian Sosial pastikan program bantuan sosial tetap berjalan

"Sebanyak 66 orang pasien itu saat ini sedang menjalani karantina dan dirawat di RSUD Pasaman Barat dan Balai Diklat BKPSDM Talu Kecamatan Talamau dan Mes Pemkab di Air Bangus," kata dia.

Ia menyatakan menyikapi adanya penambahan kasus konfirmasi positif di Pasaman Barat ini pihaknya terus menggugah kesadaran diri masing-masing untuk selalu waspada COVID-19.

Baca juga: Petugas Satpol PP Tarakan masih temukan pelanggaran protokol kesehatan

Ia mengajak masyarakat untuk rajin mencuci tangan dengan air mengalir, selalu memakai masker, menjaga jarak serta menjauhi kerumunan.

"Terpenting sekali bagaimana masyarakat sadar untuk melakukan tes usap untuk memutus rantai penyebarannya," harapnya.

Ia mengakui dalam melakukan pelacakan atau traking tidak bisa dilakukan secara tuntas. Sebab, ada juga sebagian masyarakat yang menolak untuk dilakulan tes usap.

"Padahal tes usap itu berguna untuk mengetahui kondisi tubuh dan membantu masyarakat agar tidak tertular," katanya.

Pewarta : Altas Maulana
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar