Kemarin, pengangguran bertambah hingga indikator kenaikan cukai rokok

id Cukai rokok, sri mulyani, kartu prakerja, pengangguran, bps, uu cipta kerja

Pengunjung melihat produk tembakau saat Festival Industri Tembakau Garut 2020 di kawasan Waterboom Banyoe Sinergi Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (22/10/2020). ANTARA FOTO/Candra Yanuarsyah/pras.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Senin (23/11/2020) kemarin, mulai dari pengangguran bertambah 2,67 juta orang akibat COVID-19 hingga pertimbangan kenaikan cukai rokok.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Pemerintah segera selesaikan 44 aturan turunan UU Cipta Kerja

Seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) yang terlibat dalam penyiapan peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja saat ini terus melakukan akselerasi pembahasan dan penyelesaian 44 peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja yang terdiri dari 40 Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan 4 Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres).

"Pemerintah menargetkan pada akhir November atau awal Desember 2020, seluruh RPP dan RPerpres yang memerlukan masukan dari masyarakat atau publik, sudah bisa di-upload dan diakses masyarakat melalui Portal UU Cipta Kerja, sehingga masyarakat bisa memberikan masukan untuk penyempurnaan RPP dan RPerpres tersebut," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan di Jakarta, Senin.

2. Sri Mulyani: Pengangguran bertambah 2,67 juta orang akibat COVID-19

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan jumlah pengangguran di Indonesia bertambah sebanyak 2,67 juta orang akibat pandemi COVID-19 yaitu dari 7,1 juta orang menjadi 9,77 juta orang atau dari 5,23 persen ke 7,07 persen.

“Tingkat pengangguran ini, kalau kita lihat tambahan pengangguran akibat adanya COVID-19 adalah 2,67 juta orang,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin.

3. Survei BPS: Program Kartu Prakerja tingkatkan keterampilan penerima

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) bulan Agustus 2020 yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa mayoritas penerima menganggap Program Kartu Prakerja berhasil meningkatkan keterampilan kerja mereka.

"Sebanyak 88,92 persen dari mereka yang ikut pelatihan Program Kartu Pra Kerja ini menyatakan bahwa program ini dapat meningkatkan keterampilan kerja. Jadi penting sekali bahwa mereka merasa, dari sudut pandang mereka, bahwa program ini ternyata bisa meningkatkan keterampilan mereka," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam webinar bertemakan “Survei BPS: Bicara tentang Kartu Prakerja” di Jakarta, Senin.

4. Menko Airlangga: Penerima Kartu Pra Kerja capai 5,9 juta orang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan penerima Program Kartu Pra Kerja hingga saat ini telah mencapai 5,9 juta orang dari total 43 juta pendaftar.

"Hingga saat ini sampai Gelombang 11, sudah ada 5,9 juta penerima program Kartu Pra Kerja," ujar Susiwijono dalam webinar bertemakan “Survei BPS: Bicara tentang Kartu Prakerja” di Jakarta, Senin.

5. Sri Mulyani sebut 5 pertimbangan naikkan cukai rokok

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah masih terus melakukan formulasi terkait rencana kenaikan cukai rokok pada 2021 dengan mempertimbangkan sejumlah indikator.

“Kami akan terus formulasikan kebijakan berdasarkan lima area yang dipertimbangkan,” kata Sri Mulyani ketika menyampaikan realisasi APBN edisi November 2020 secara virtual di Jakarta, Senin.


Pewarta : Ade Irma Junida
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar