Legislator Kalsel tak ingin reses timbulkan klaster baru COVID-19

id dprd kalsel,reses,klaster baru,covid-19

Anggota DPRD Kalsel H Karlie Hanafi Kalianda yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar bersilaturahmi dengan warga Kabupaten Barito Kuala pada saat reses, 27 - 31 Oktober 2020 membawa talam berisi masker untuk dibagikan kepada masyarakat . (FOTO ANTARA/dok.pribadi)

Banjarmasin (ANTARA) - Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Dr H Karlie Hanafi Kalianda menyatakan tidak menginginkan kegiatan reses menimbulkan klaster baru dalam masa pandemi COVID-19.yang belum berakhir saat ini

"Karena itu, protokol kesehatan harus kita terapkan dengan ketat agar tidak muncul kasus baru karena kelalaian atau ketidakdisiplinan. Karena bagaimanapun pandemi COVID-19 masih ada dan masih mengancam,” katanya di Banjarmasin, Selasa.

Ditegaskannya lagi bahwa  ia tidak mau dari kegiatan reses jangan menimbulkan klaster baru akibat tidak disiplin terhadap protocol kesehatan sehingga berdampak pada yang lainnya.

Oleh karena itu, ia menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan atau bertemu dengan konstituennya, seperti di daerah pertanian pasang surut Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Sebagai contoh dalam menerapkan protokol kesehatan tersebut, wakil rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel III/Kabupaten Batola itu menyediakan stok cadangan masker secara gratis bagi mereka yang datang dalam kegiatan reses.

Selain itu, ia juga membawa alat pengukur suhu tubuh serta cairan pembersih tangan dan tetap menjaga jarak, yang kesemuanya tersebut sebagai upaya pencegahan atau mengurangi tingkat penularan COVID-19.

Di lima desa  "Bumi Salidah" Batola, yang menjadi tempat kegiatan reses tersebut, Karli Hanafi menilai kesadaran masyarakat setempat terhadap protokol kesehatan cukup baik, ditandai dengan menggunakan masker saat warga beraktivitas di luar rumah.

Begitu pula kebiasaan untuk rajin mencuci tangan juga sudah mereka lakukan, serta menjaga jarak fisik juga terlihat dari pembatasan jumlah yang hadir pada setiap kegiatan.

Kegiatan reses anggota DPRD dilakukan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat/konstituennya untuk kemudian diperjuangkan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku, demikian Karli Hanafi.

Baca juga: Bertambah 141 orang, positif COVID-19 di Kalsel naik 9.423 kasus

Baca juga: Isolasi RSUD Kandangan penuh, pasien dirawat di tempat karantina

Baca juga: Di Hulu Sungai Selatan-Kalsel, enam tenaga kesehatan positif COVID-19

Baca juga: Cegah penularan COVID-19, PKK Kalsel sukses kumpulkan sejuta masker

Pewarta : Imam Hanafi/Syamsuddin hasan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar