Anies Baswedan: Jurnalis tak perlu ragu gunakan istilah daerah

id Anies Baswedan,Istilah Bahasa Daerah,Jurnalistik,MH Thamrin Award 2020

Pewarta LKBN Antara, Sri Muryono (kiri) yang memperoleh penghargaan MH Thamrin Award ke-46 tahun 2020 untuk kategori jurnalistik tulisan lewat karya "Wabah dan Sampah Ibukota" yang tayang di laman web www.antaranews.com pada tanggal 27 April 2020, berpose bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), pengurus PWI dan pemenang penghargaan MH Thamrin Award 2020 lainnya di Gedung G Kompleks Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2020). (FOTO ANTARA/Ricky Prayoga)

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta para insan jurnalis untuk tidak segan-segan dan ragu dalam menggunakan istilah-istilah dari bahasa daerah di Indonesia dalam karya-karyanya.

"Saya berharap teman-teman jurnalis memperkaya bahasa indonesia, dengan tidak ragu mempergunakan bahasa daerah yang bisa memperkaya dan menambah perbendaharaan kata dalam bahasa kita," katanya di acara penghargaan karya jurnalistik MH Thamrin Award ke-46 tahun 2020 di Jakarta, Senin (2/11) malam.

Dia mencontohkan kata kiwari yang berasal dari bahasa Sunda, yang berarti masa sekarang dan lingko, dari bahasa Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berarti jaringan sawah, di mana keduanya sering dipakai Anis Baswedan dalam berbagai kesempatan untuk mempopulerkan kata tersebut.

"Kami di Pemprov DKI Jakarta mendorong hal itu, salah satunya penggunaannya adalah kata lingko yang diambil dari Manggarai, NTT untuk disematkan pada sistem transportasi Jaklingko, lalu Moda Raya Terpadu (MRT) dan lain sebagainya," katanya.

Baca juga: Badan Bahasa sebut 11 bahasa daerah punah

Baca juga: Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Baca juga: Himpunan penerjemah usung bahasa daerah pada Hari Penerjemahan

Meski begitu, Anies juga mengharapkan bahasa asing juga jangan dilupakan oleh insan media sehingga karya-karya yang dihasilkan mampu dinikmati bukan hanya masyarakat Jakarta, tapi secara nasional hingga internasional.

"Teruslah menjadikan Jakarta arena untuk berkarya, karena kota ini memiliki implikasi nasional. Namun juga pertimbangkan audiens-nya nasional ataupun lebih luas lagi. Bahkan mulai gunakan 'subtitle' Bahasa Inggris, sehingga karya kita harus dapat dipahami oleh masyarakat global karena Jakarta adalah pemain dunia. Dan Jakarta ingin menjadi kota yang audiens-nya global," katanya.

Dengan menyerap berbagai kata dalam bahasa daerah dan bahasa asing, Anies berharap ada perkembangan perbendaharaan kata baku dalam Bahasa Indonesia.

"Seperti di Inggris, mereka menyerap terus kata-kata baru dari mana-mana, makanya perkembangannya ada setiap tahun bahkan hingga ribuan kata," demikian Anies Baswedan.

Baca juga: Kemendikbud petakan 718 bahasa daerah

Baca juga: Anies instruksikan serap bahasa daerah

Baca juga: Sebagian sekolah di Sumba gunakan bahasa daerah dalam kegiatan belajar

Baca juga: Kemenag sudah terjemahkan Alquran ke 20 bahasa daerah


 

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar