Tim GTPP: 16 orang di Denpasar sembuh COVID-19

id Pemkot Denapsar, Pasien Sembuh Covid-19, Covid-19, Adaptasi Kebiasaan Era Baru

Jubir GTPP COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (ANTARA/ I Komang Suparta/Ist/2020)

Denpasar (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 mencatat kesembuhan pasien COVID-19 sebanyak 16 orang dari jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan sebanyak 89 kasus.

"Hari ini sebanyak tim GTPP mencatat pasien yang sembuh sebanyak 16 orang. Namun karena gencarnya melakukan penelusuran maka ada lima desa/kelurahan mencatatkan penambahan kasus COVID-19 sebanyak enam orang," ujar Juru Bicara GTPP COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai di Denpasar, Sabtu.

Secara rinci Dewa Rai menjelaskan bahwa kelima desa dan kelurahan yang melaporkan adanya penambahan kasus positif COVID-19, yakni Desa Peguyangan Kaja mencatatkan penambahan dua kasus positif, Desa Dauh Puri Kangin, Desa Pemecutan Kaja, Desa Tegal Kertha dan Desa Padangsambian Kaja mencatatkan penambahan masing-masing satu orang pasien positif. Sementara 38 desa/kelurahan nihil penambahan kasus baru.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif COVID-19 masih fluktuatif di Kota Denpasar. Karena di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif COVID-19.

Oleh karena itu, kata dia, diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak. Terlebih saat ini bersama-sama sedang bersiap untuk pemulihan ekonomi daerah dan nasional.

Baca juga: Tim GTPP Denpasar sebutkan tingkat kesembuhan pasien 83,33 persen

Baca juga: Polisi menilai demo tolak tes cepat dan usap langgar Perwali Denpasar


Dewa Rai menambahkan bahwa walaupun saat ini sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru dengan aktifitas masyarakat yang mulai kembali ke rutinitasnya, namun kasus positif baru di internal keluarga, tempat kerja dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah masih menunjukkan peningkatan.

Klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

"Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster, yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi," ujar Dewa Rai

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan COVID-19. Karena dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 terdapat dua cara, yakni penelusuran masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan.

Sementara itu, jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar menjadi 1.352 atau 92,92 persen, 14 (0,96 persen) orang meninggal dunia, dan 89 (6,11 persen) orang masih dalam perawatan. Sementara itu, angka akumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.455 kasus.

Baca juga: 15 orang di PN Denpasar reaktif tes cepat COVID-19

Baca juga: Pemkot Denpasar rancang penanganan COVID-19 berbasis lingkungan

 

Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar