KPK amankan uang-dokumen hasil geledah kasus Dinas PUPR Kota Banjar

id KPK, GELEDAH, BANJAR, DINAS PUPR, UANG, DOKUMEN

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengamankan uang, dokumen, dan barang bukti elektronik dari hasil penggeledahan di tiga lokasi, Minggu, dalam penyidikan kasus korupsi proyek di Dinas PUPR Kota Banjar, Jawa Barat.

"Hari ini dilakukan penggeledahan di tiga lokasi diantaranya rumah Kepala Dinas PUPR Kota Banjar di Ciamis," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Minggu.

Tim penyidik, kata Ali, mengamankan sejumlah uang yang akan dihitung dan dikonfirmasi dengan pihak-pihak lain, dokumen berupa surat-surat yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi serta barang bukti elektronik.

Ia mengatakan hingga hari ini penyidik masih melaksanakan kegiatan di lapangan berupa penggeledahan untuk mengumpulkan alat bukti dalam kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar Tahun 2012-2017.

Baca juga: KPK sita sejumlah berkas dari kantor pemerintahan di Kota Banjar

Sebelumnya pada Sabtu (11/7), penyidik juga telah melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Kota Banjar, yakni tempat para pihak yang diduga mengetahui dugaan korupsi dimaksud.

Penyidik mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik dari hasil penggeledahan di dua lokasi itu.

"Dokumen, sejumlah uang tunai, dan barang elektronik yang diamankan tersebut selanjutnya akan dilakukan penyitaan setelah mendapatkan izin dari Dewas KPK," ungkap Ali.

Selain penggeledahan, KPK juga sedang memeriksa saksi-saksi terkait kasus tersebut dalam tahap pengumpulan alat bukti.

Namun, KPK saat ini belum dapat menyampaikan secara detil pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebagaimana kebijakan Pimpinan KPK bahwa pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan.

Baca juga: KPK lakukan penyidikan korupsi proyek Dinas PUPR Kota Banjar

Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar