MPR: Transformasi pendidikan harus perhatikan kualitas-kuantitas guru

id MPR RI,Bamsoet,Kemendikbud

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan pimpinan MPR bertemu dengan Ketua PBNU K.H. Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (3-7-2020). ANTARA/HO-mpr.go.id/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam mentransformasi pendidikan untuk memperhatikan kualitas dan kuantitas tenaga pengajar dan kemampuan siswa dalam menyerap materi yang disampaikan guru.

"Hal itu karena peran guru atau tenaga pengajar sangat berpengaruh terhadap pendidikan yang akan diterima oleh siswa/i di sekolah," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Ketua MPR minta pemerintah tetapkan harga tes cepat COVID-19

Dia menilai transformasi pendidikan harus dilakukan dengan cepat untuk melakukan reformasi pendidikan sehingga dapat dilakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di era 4.0.

Menurut dia, Kemendikbud harus berupaya agar guru dapat bersinergi melakukan perubahan-perubahan, serta memberikan fasilitas yang memadai maupun memberikan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan guru, termasuk melalui remunerasi yang baik.

Baca juga: Pemerintah diminta pastikan APD cukup untuk penyelenggara pilkada

Baca juga: Ketua MPR minta Pemerintah tingkatkan pencegahan dan antisipasi DBD


"Mendorong pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk berupaya membentuk guru yang berkualitas melalui program-program pendidikan dan pelatihan, seperti pemberian pelatihan calon guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), dikarenakan guru mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencerdaskan bangsa," ujarnya.

Bamsoet meminta pemerintah dalam hal ini Kemendikbud, untuk memperbaiki pola rekruitmen guru agar dapat menjadi lebih baik dan optimal.

Politikus Partai Golkar meminta Kemendikbud mengupayakan guru-guru juga dapat lebih melek teknologi dan siap menggunakan teknologi untuk pembelajaran, terlebih lagi saat ini di tengah pandemi COVID-19 yang lebih banyak menggunakan teknologi untuk metode pembelajaran.

Baca juga: Ketua MPR dorong Kementan uji klinik antivirus corona


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar