BPH Migas: Potensi jaringan gas Aceh capai 500 ribu sambungan rumah

id Berita terkini,berita aceh,banda aceh,aceh,pemerintah aceh,bph migas

Pekerja melakukan perawatan regulator sektor jaringan gas rumah tangga (jargas) di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Selasa (2/6/2020). PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bagian dari Holding Migas PT Pertamina, memperluas pengembangan Infrastruktur dan Utilisasi Gas Bumi Nasional dengan target penambahan sambungan jargas rumah tangga sebanyak 4 juta sambungan. ANTARA FOTO/Rahmad/foc. (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Banda Aceh (ANTARA) - Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa menyatakan potensi sambungan rumah tangga dari jaringan gas yang telah dibangun di Provinsi Aceh sebanyak 500 ribu sambungan dari total 1,5 juta Aceh-Sumatera.

"Potensi sambungan rumah yang bisa dibangun Aceh-Sumatera sekitar 1,5 juta sambungan rumah tangga dengan kebutuhan gas sebesar 22,2 MSCFD sehingga nanti tidak perlu pakai elpigi tiga kg dan BPH Migas selalu menetapkan harga jual jaringan gas di bawah harga gas elpiji tiga kg," kata M Fansharullah di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikannya usai menggelar pertemuan dengan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Badan Pengelola Migas Aceh, PT Pembangunan Aceh dan turut hadir Anggota Komisi VII DPR, Ridwan Hisjam dan Anwar Idris di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Ia menjelaskan pipa open access Arun-Belawan sepanjang 340 km yang membentang dari Arun di Lhokseumawe hingga Belawan di Sumatera Utara dari kapasitas 200 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) baru terutilisasi atau terpakai sebesar 107,95 MMSCFD (54 persen).

Ia menyebutkan saat ini sebanyak 10 ribu sambungan telah tersambung untuk rumah masyarakat yang ada wilayah Lhokseumawe dan Lhoksukon dan untuk tahun 2020 ditargetkan untuk lima kabupaten/kota.

Namun karena ada refocusing anggaran untuk penanganan covid, maka pemasangan jaringan gas tahun tersebut hanya dilakukan untuk dua daerah saja masing-asming Kota Langsa 5.811 SR dan Kabupaten Aceh Tamiang 4.000 SR.

Ia mengatakan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh tersebut untuk meningkatkan koordinasi dan sesuai fungsi yakni untuk mengatur dan mengawasi ketersediaan BBM dan gas serta pemanfaatan gas.

"Kita berharap kita dapat menggunakan gas secara maksimal untuk kepentingan dalam negeri dan dengan pemanfaatan potensi jargas tersebut juga dapat menggerakan ekonomi di wilayah Aceh," katanya.

Ia menambahkan kehadiran jaringan tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh industri dan pihaknya juga sangat mendukung kehadiran industri di seluruh wilayah khususnya di Kawasan Industri Khusus (KEK) Arun.

"Kita berencana untuk memberikan hak khusus untuk industri yang akan membangun kawasan dan Aceh sudah memiliki. Kita berharap ini dapat kita kerja samakan baik itu dengan perusahaan daerah atau pun dengan dana dari BPH Migas. Kita juga akan menjalin kerja sama dengan BPMA dalam mensinergikan terkait Migas dari hulu sampai ke hilir," katanya.

Sebelumnya Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa dan Tim berkunjung ke PT. Perta Arun Gas (PAG) di Lhokseumawe dalam rangka pengawasan kegiatan usaha niaga gas bumi melalui pipa sesuai dengan tugas dan fungsi BPH Migas, sekaligus mengecek pemanfaatan gas bumi di Aceh. Kunjungannya dilakukan bersama Komisi VII Anggota DPR RI Ridwan Hisjam dan Anwar Idris.

Pewarta : M Ifdhal
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar