Kerupuk buatan Lebak laku keras di tengah pandemi COVID-19

id kerupuk,produksi kerupuk,covid-19

Dokumentasi - Pekerja menjemur kerupuk kulit di Kampung Pasir Sukarayat, Lebak, Banten, Minggu (24/11/2019). NTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/aa.

Lebak (ANTARA) - Sejumlah perajin kerupuk di Kabupaten Lebak, Banten, menyatakan, komoditas pangan olahan yang mereka buat laku itu keras di tengah pandemi Covid-19, ditandai permintaan pasar di sana yang cenderung meningkat belakangan ini. 

"Kami merasa kewalahan melayani permintaan pasar," kata Suhaeri (50), seorang perajin kerupuk di Pasir Sukarakyat Kabupaten Lebak, Senin.

Ia memperkirakan omzet pendapatan sejak tiga bulan terakhir dapat meraup keuntungan hingga dua kali lipat. Biasanya, kata dia, keuntungan bersih Rp700.000/hari, namun kini bisa menembus Rp1,5 juta/hari.

Baca juga: Mahasiswa ciptakan mesin pengering kerupuk hemat energi

"Kami meraup keuntungan sebesar itu sejak dilanda pandemi Covid-19, dimana produk aneka makanan dari luar daerah tidak ada yang masuk ke wilayah Lebak," kata Suhaeri.

Begitu juga perajin kerupuk lainnya, Doyot (55), warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, juga merasakan omzet pendapatan meningkat sehingga bisa menyerap tenaga kerja hingga 30 orang.

Mereka para pekerja itu mulai produksi, pembungkus dan sopir untuk memasarkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak.

"Kami sangat diuntungkan selama pandemi Covid-19, mereka para pedagang aneka makanan dari luar daerah tidak masuk ke wilayah Lebak,sehingga permintaan cenderung meningkat," katanya.

Baca juga: Kerupuk Sanjai, dari Bukittingi Hingga ke Arab Saudi

Ia kini setiap hari memasarkan kerupuk hingga dua unit kendaraan sehari dari sebelumnya satu unit, karena permintaan konsumen meningkat. Bahkan, omzet pendapatan bersih yang biasanya mencapai Rp800.000, namun kini mencapai Rp1,6 juta/hari.

Produk kerupuk miliknya itu dari peninggalan orangtuanya dari Ciamis, Jawa Barat setelah Indonesia merdeka hingga kini masih bertahan. "Kami melanjutkan usaha dari orangtua hingga 70 tahun kini masih bertahan hingga menyerap tenaga kerja dari sini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Yudawati, mengatakan pemerintah daerah mendorong agar pelaku UMKM tumbuh dan berkembang ditengah pandemi Covid-19.

Selama ini, dia mngapresiasi omzet pendapatan perajin kerupuk laku keras karena pemintaan pasar cenderung meningkat. "Kami terus melakukan pembinaan agar pelaku UMKM tetap meningkatkan produksinya, meski dilanda Corona itu," katanya.

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar