Polres Hulu Sungai Tengah Kalsel tutup ujung jalan Mahang Paku

id polres hst,garis polisi terhadap ujung jalan Mahang, berita hst

Polres Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Polsek Pandawan melakukan penutupan menggunakan garis polisi terhadap ujung jalan Mahang Paku atau wilayah Desa Mahang Matang Landung, Kecamatan Pandawan. (ANTARA/M Taupik Rahman)

Banjarmasin (ANTARA) - Polres Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Polsek Pandawan melakukan penutupan menggunakan garis polisi terhadap ujung jalan Mahang Paku atau wilayah Desa Mahang Matang Landung, Kecamatan Pandawan sempat viral menjadi objek wisata dadakan sehabis Lebaran.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Danang Widaryanto diwakili Ps Paur Subbag Humas Aipda M Husaini, di Barabai, Jumat, saat dikonfirmasi mengatakan sebelum menutup tempat itu, petugas beserta kepala desa dan aparat Desa Mahang Matang Landung sudah lebih dulu melakukan koordinasi.

Lokasi jalan dan jembatan yang menjadi spot foto kaum muda itu pun terpaksa dipasang garis polisi, dan akan senantiasa dipantau oleh petugas untuk menghindari kerumunan warga.

"Penutupan lokasi tersebut guna mencegah masyarakat berkumpul, karena masih dalam masa pandemik COVID-19," katanya pula.
Baca juga: Duta Besar : Wisata alam Kalsel pukau wisatawan Finlandia

Menurutnya, diharapkan masyarakat bisa memahami dan menghindari berkumpul dengan orang banyak untuk sementara waktu demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Mari kita bersama-sama mendukung pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini, salah satunya jangam berkumpul atau berkerumun," ujarnya lagi.

Setelah Idul Fitri 1441 Hijriah, tempat tersebut sempat viral di media sosial dengan spot foto pemandangan pepohonan daerah rawa dan danau yang begitu tenang.

Bahkan, semakin ramai dengan adanya warga yang menyewakan perahu kelotok untuk menyisiri daerah rawa yang sebelumnya hanya menjadi area pemancingan.

Pewarta : Gunawan Wibisono/M Taupik Rahman
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar