Kotawaringin Timur rapid test penumpang dan ABK di Pelabuhan Sampit

id kotim rapid test penumpang dan abk,pelabuhan sampit,covid kotawaringin timur

Petugas memeriksa suhu tubuh ABK, sopir dan penumpang KM Kirana I yang baru tiba di Pelabuhan Sampit, Jumat (29/5/2020). Mereka juga menjalani rapid test untuk mendeteksi kemungkinan penularan COVID-19. (ANTARA/Norjani)

Sampit (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperketat pencegahan penularan COVID-19 melalui jalur laut dengan melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test kepada seluruh orang di dalam kapal yang baru sandar di Pelabuhan Sampit.

"Sejauh ini kasus positif COVID-19 di daerah ini berasal dari luar daerah, makanya kami memperketat pemeriksaan di pintu masuk, termasuk melalui kapal laut. Ini sebagai langkah pencegahan masuk dan berjangkitnya COVID-19," kata Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, di Sampit, Sabtu.

Pada Jumat (29/5) sekitar pukul 12.30 WIB, KM Kirana I milik PT Dharma Lautan Utama yang bertolak dari Surabaya tiba di Pelabuhan Sampit yang merupakan kapal pertama tiba usai libur Idul Fitri 1441 Hijriah.
Baca juga: Lima pasien COVID-19 di Kotawaringin Timur dinyatakan sembuh

Sebelum kapal merapat, tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit, PT Pelindo III Cabang Sampit, Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya dan instansi lainnya telah bersiap melakukan pemeriksaan rapid test.

Setelah kapal merapat, seluruh orang yang ada di kapal diminta turun untuk menjalani rapid test. Mereka terdiri dari empat penumpang umum, 15 pengemudi dan kernet, 21 anak buah kapal, dan 11 orang vendor atau pemasok.

Mereka menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan pengambilan sampel darah untuk rapid test. Sebagian peserta terlihat gugup karena umumnya baru pertama kali ini menjalani rapid test.

Suasana bahkan sempat heboh, karena salah seorang yang berada di lokasi pemeriksaan itu jatuh pingsan. Pria itu pun sempat diberi pertolongan pertama hingga kembali sadar.

Supian mengatakan, pihaknya akan memperketat pemeriksaan di pintu masuk untuk mencegah meningkatnya kasus COVID-19 yang dibawa dari luar daerah. Dengan begitu, pemerintah daerah bisa fokus untuk menangani kasus COVID-19 yang ada.

"Tidak hanya di pelabuhan, pemeriksaan di pintu masuk jalur darat dan di bandara juga diperketat. Kalau ada yang hasilnya reaktif, maka akan diarahkan melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab. Kalau ternyata terkonfirmasi positif, maka akan dirawat di ruang isolasi RSUD dr Murjani Sampit," kata Supian.
Baca juga: Cegah COVID-19, Kotawaringin Timur perketat pemeriksaan di perbatasan

Supian mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, karena potensi penularan COVID-19 masih tinggi. Masyarakat diminta menjalankan anjuran pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 hingga hari Jumat (29/5), jumlah pasien positif COVID-19 di Kotawaringin Timur bertambah satu menjadi 20 kasus, namun ada satu orang yang sembuh yakni pasien 019. Saat ini masih ada enam orang masih dirawat, 12 orang sembuh, dan dua orang meninggal dunia. Sementara itu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 18 orang.

Pewarta : Kasriadi/Norjani
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar