Ada 16 tambahan, positif COVID-19 Kabupaten Kediri-Jatim naik 96

id corona kabupaten kediri,pemkab kediri,gugus tugas kabupaten kediri,antisipasi corona kediri ,jatim,covid-19

Petugas melakukan "rapid test" pada 25 orang yang merupakan orang tanpa gejala (OTG), warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2020). Tes cepat itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19. (FOTO ANTARA/ istimewa)

Kediri, Jatim (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri, Jawa Timur menyatakan terdapat 16 tambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga saat ini total kasus di kabupaten ini jumlah totalnya mencapai 96 orang.

"Ada 16 tambahan kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini terdapat 96 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Kediri," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib di Kediri, Rabu.

Sebanyak 16 tambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kediri tersebut terdiri dari satu kasus klaster Desa Kedawung, Kecamatan Mojo. Warga desa yang positif tersebut saat ini menjalani isolasi mandiri.

Lalua, empat kasus klaster Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan yakni dua warga Desa Parang di Kecamatan Banyakan, seorang warga Desa Maron, Kecamatan Banyakan, seorang warga Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, di mana mereka juga isolasi mandiri.

Satu warga klaster Surabaya, yang merupakan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, melakukan isolasi mandiri.

Dua kasus kluster Surabaya, yang merupakan warga Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan dan masih isolasi mandiri.

Satu kasus klaster Desa Kedak, yang juga warga Desa Kedak, Kecamatan Semen. Ia juga isolasi mandiri.

Tiga kasus kluster Pabrik Rokok Simustika Tulungagung, yakni dua warga Desa Puhrubuh di Kecamatan Semen, satu warga Desa Bobang, Kecamatan Semen, dimana ketiganya isolasi di rumah karantina desa.

Satu kluster Araya, yang merupakan warga Desa Keniten, Kecamatan Mojo. Saat ini yang bersangkutan dirawat di RSUD Gambiran Kota Kediri.

Kemudian, satu kluster Kalimantan, yang merupakan warga Desa/ Kecamatan Puncu. Ia isolasi di rumah karantina desa.

Dua kasus lainnya merupakan kluster baru yakni satu warga Desa Pagung, Kecamatan Semen dan satu warga Desa Rembangkepuh, Kecamatan Ngadiluwih, dimana keduanya dirawat di RSUD Gambiran Kediri.

Ia juga menambahkan, dari 96 kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Kediri, sebagian besar berasal dari daerah lain (imported case), dimana dari kasus tersebut berakibat pada terjadinya beberapa transmisi lokal.

"Dengan belum menurunnya jumlah kasus di Kabupaten Kediri, kami mengharapkan masyarakat benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah. Tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memakai masker dan menjaga kesehatan," katanya.

Kepada seluruh masyarakat diharapkan untuk bersama-sama berpartisipasi aktif untuk ikut mencegah penularan COVID-19 ini dan senantiasa berdoa agar pandemi ini segera berakhir, demikian Ahmad Chotib.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 Kabupaten Kediri bertambah 18 total 74 orang

Baca juga: Bertambah 233 orang, positif COVID-19 di Jatim naik jadi 3.875 orang

Baca juga: Satu warga Kabupaten Kediri positif COVID-19 dari klaster HM Sampoerna

Baca juga: Masih dirawat, kondisi Kadinkes Kediri positif COVID-19 kian membaik

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar