RS Wisma Atlet harapkan kesadaran masyarakat putus penularan COVID-19

id COVID-19,Stefanus Donny Guntur,Kesehatan Kodam Jaya,RS Darurat COVID-19 ,Wisma Atlet Kemayoran,Pandemi COVID-19,Penanganan COVID-19

Kepala Kesehatan Kodam Jaya/Jayakarta Kolonel CKM dr Stefanus Donny Guntur dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jakarta, Kamis (21/5/2020). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Kesehatan Kodam Jaya/Jayakarta Kolonel CKM dr Stefanus Donny Guntur yang membawahi Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta berharap, kesadaran masyarakat untuk ikut membantu memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Bantuan yang paling penting dari masyarakat adalah kesadaran untuk ikut memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menjalankan protokol kesehatan," kata dia saat jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang disiarkan langsung akun Youtube BNPB Indonesia dipantau dari Jakarta, Kamis.

Dia berharap, masyarakat ikut menjaga diri dan sesama, serta tidak ikut menyebarkan COVID-19 dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat di luar rumah, tetap tinggal di rumah, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Donny mengatakan pasien di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran sudah cukup banyak, yaitu 1.018 orang.

Selain itu, kata dia, sudah cukup banyak juga yang dinyatakan sembuh, yaitu 1.800-an orang.

"Pasien tidak hanya dari Jakarta saja, tetapi juga ada yang dari luar Jawa. Mereka ada yang datang secara mandiri, ada yang rujukan dari rumah sakit," tuturnya.

Baca juga: Sembuh, 1.180 pasien COVID-19 di Wisma Atlet

Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran menjadi rujukan untuk pasien COVID-19 kategori ringan dan sedang, sedangkan kategori berat dirawat di rumah sakit rujukan.

Donny mengakui pada awal pengoperasian Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran memang banyak kendala yang dihadapi karena keterbatasan yang ada, termasuk ketidakpahaman tenaga kesehatan tentang protokol terapi COVID-19 yang relatif baru.

"Saat ini sudah jauh lebih teratur. Sambil berjalan terus diperbaiki. Dalam waktu dua minggu, sudah lebih tertata rapi," katanya.

Wisma Atlet Kemayoran yang terdiri atas tujuh menara telah dioperasikan dua menara untuk rumah sakit darurat, yaitu Tower 7 dan Tower 4, sedangan Tower 3 sebagai tempat tinggal tenaga kesehatan.

"Tower 6 saat ini sedang dalam proses rehabilitasi untuk menjadi rumah sakit darurat. Penyelesaiannya sudah 98 persen, tinggal pembenahan dan pengisian alat kesehatan," katanya.

Baca juga: RS Darurat Wisma Atlet rawat 711 pasien positif COVID-19
Baca juga: Menkes: RS Darurat Wisma Atlet fokus tangani pasien gejala ringan

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar