Partai pendukung Muhyiddin nyatakan dukung Perikatan Nasional

id Malaysia,Muhyiddin Yassin

Sejumlah kendaraan anggota parlemen Malaysia memasuki gerbang Istana Negara di Jalan Duta, Kuala Lumpur, Selasa (25/2), untuk memenuhi panggilan Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. Sebanyak 90 anggota parlemen bertatap muka langsung dengan raja terkait pemilihan perdana menteri Malaysia yang baru. Foto ANTARA/Agus Setiawan

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Sejumlah partai politik dan koalisi partai politik pendukung pemerintahan Perdana Menteri Malaysia  Muhyiddin Yassin menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Perikatan Nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap Tan Sri Dato’ Haji Muhyiddin bin Haji Mohd Yassin (Presiden BERSATU), Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi (Ketua Barisan Nasional), Dato’ Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi bin Awang (Presiden PAS), Datuk Patinggi (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg (Ketua Gabungan Partai Sarawak), Datuk Seri Panglima Dr. Maximus Johnity Ongkili (Presiden Partai Bersatu Sabah) dan Datuk Dr. Jeffrey Gapari Kitingan (Presiden STAR).

Mereka menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Perikatan Nasional melalui kerja sama gabungan partai-partai politik.

Memorandum Persefahaman Perikatan Nasional telah diwujudkan dengan tujuan-tujuan berikut memberdayakan dan memartabatkan keluhuran Undang-Undang Federal, kedaulatan Raja-Raja Melayu, prinsip-prinsip rukun negara dan menjamin kebaikan dan kepentingan seluruh warga negara Malaysia tanpa melihat agama dan bangsa.

Memastikan suatu bentuk pemerintahan dan pengurusan pemerintahan di tingkat federal dan negeri-negeri (provinsi) yang baik, inklusif serta bertaraf dunia yang menjurus ke arah menjaga dan memastikan kemakmuran, kepentingan, kemakmuran dan keharmonian rakyat dipelihara dan ditingkatkan serta menjamin kemajuan serta pemulihan ekonomi dan pembangunan negara.

Memperkukuhkan semangat kerja sama dan persatuan Malaysia di antara Sabah, Sarawak dan Semenanjung Malaysia.

Memperkukuh dan memperkuat agenda perpaduan kaum, keharmonian agama dan budaya di dalam kerangka Undang-Undang Federal sebagai dasar kestabilan politik dan kesejahteraan negara.

Kemudian memperkukuh Perikatan Nasional melalui amalan musyawarah dan konsultansi berlandaskan kepada sikap dan sifat saling hormat-menghormati atas berbagai agama, kaum dan budaya demi kepentingan negara dalam kerangka Undang-Undang Federal dan prinsip-prinsip Rukun Negara (Dasar Negara Malaysia).

Baca juga: Malaysia hentikan kasus 1MDB libatkan anak tiri Najib Razak
Baca juga: Ketua DPR setujui mosi tidak percaya ke PM Malaysia

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar