COVID-19 menjadi tantangan pemerintah jaga kemiskinan tidak bertambah

id Kemensos,COVID-19,Kemiskinan

Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama. ANTARA/Aji Cakti/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial mengakui bahwa pandemi COVID-19 menjadi tantangan pemerintah untuk menahan tingkat kemiskinan menjadi bertambah.

"Adanya COVID-19 ini menjadi tantangan, terjadi penurunan atau meningkatnya angka kemiskinan. Kita harus bahu-membahu menangani masalah ini," ujar Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan bahwa per September 2019, jumlah orang miskin di Indonesia turun menjadi 24,79 juta, atau sebesar 9,22 persen dari total jumlah penduduk. Angka itu menurun dibandingkan jumlah orang miskin pada periode Maret 2019 sebanyak 25,14 juta.

Ia mengharapkan, pandemi COVID-19 ini dapat menjadi modal bagi masyarakat Indonesia untuk lebih bergotong royong, baik secara ekonomi maupun sosial. "Ini saatnya kita andalkan kekuatan dari dalam negeri," ucapnya.

Ia menambahkan pandemi COVID-19 telah menyebabkan setiap negara mengisolasi diri dan menjaga kebutuhannya untuk domestik, termasuk pangan.

"Beberapa bahan pokok yang biasanya mudah didapat dari luar, sekarang kita harus upayakan dari negeri sendiri. Kita harus dapat menopang ekonomi kita secara mandiri," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan optimistis pemerintah telah menyiapkan skenario untuk menjaga perekonomian nasional.

"Ekonomi diramalkan memang tertekan, namun yang patut menjadi pertimbangan adalah pemerintah juga tentu sudah siapkan skenarionya. Meski daya beli turun tapi transaksi secara umum bisa melalui perangkat daring," ucapnya.

Secara teepisah, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengimbau masyarakat untuk membeli makanan dari usaha kecil setempat untuk menghargai petani, nelayan dan peternak yang memproduksi pangan di tengah pandemi COVID-19.

"Sudah saatnya bagi kita untuk memperhatikan satu sama lain dan menghargai mereka yang berada di garis depan dalam pandemi ini. Mereka yang memproduksi pangan untuk kita makan setiap hari di masa yang sulit ini," kata Stephen Rudgard, Perwakilan FAO di Indonesia.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia itu juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja dengan bijaksana dan makan makanan sehat, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis FAO Indonesia yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: RT/RW dinilai berperan besar lakukan pengumpulan data bansos
Baca juga: Kemensos bentuk tim relawan psikososial dampingi terdampak COVID-19

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar