Bantul siapkan rumah isolasi warga yang mudik dari luar daerah

id Sekda Bantul,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Helmi Jamharis (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyiapkan rumah singgah yang dapat dimanfaatkan untuk isolasi atau karantina mandiri bagi warga Bantul yang mudik atau pulang dari luar daerah wilayah endemis wabah corona virus disease 2019 atau COVID-19.

"Menanggapi pertanyaan Pak Dandim, posisi saya sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul, bahwa untuk rumah singgah sampai dengan saat ini kita telah mempersiapkan di BLK (Balai Latihan Kerja) yang ada di Jalan Parangtritis," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis di Bantul, Selasa.

Baca juga: Kemendikbud data 40.081 seniman terdampak COVID-19

Hal itu disampaikan Sekda yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul dalam pemaparan pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Bantul secara online, menanggapi pernyataan Dandim 0729/Bantul terkait adanya warga Bantul yang mudik di saat pandemi corona.

"Dan juga (bangunan) Loka Bina Karya yang ada di Bambanglipuro tepatnya Jalan Samas sebelah selatan Koramil Bambanglipuro, yang Insya Allah bisa dimanfaatkan siapapun yang mudik dan kemudian merasa kesulitan tempat untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," katanya.

Helmi mengatakan, bahkan pemerintah daerah (pemda) akan menyediakan kebutuhan makan dan minum bagi keluarga yang melakukan isolasi mandiri termasuk fasilitas lain yang tersedia di lokasi tersebut.

Baca juga: Perusahaan aksesoris di Riau sumbang ratusan APD untuk petugas medis

"Memang itu tidak bisa menampung dalam jumlah banyak, tetapi saya rasa dengan kearifan warga masyarakat yang sekarang ini 'welcome' terhadap warga masyarakat yang pulang, yang mengalami kesulitan juga tidak akan terlalu banyak," katanya.

Sementara itu, data kasus COVID-19 di Bantul menurut data Gugus Tugas per 6 April 2020 adalah pasien yang rawat inap atau pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 28 orang, kemudian pasien konfirmasi positif secara akumulasi delapan orang, dua di antaranya meninggal dan seorang dinyatakan sembuh.

Lima pasien konfirmasi positif asal Bantul tersebut masing-masing dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito, Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jogja dan RSUD Sleman.

Baca juga: Ruang isolasi COVID-19 Asrama Haji Pondok Gede siap digunakan
Baca juga: Batam tegaskan PMI harus langsung kembali ke daerahnya
Baca juga: Dompet Dhuafa bagikan masker dan hand sanitizer pada pengemudi ojol

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar