Ruang isolasi COVID-19 Asrama Haji Pondok Gede siap digunakan

id Ruang isolasi,Asrama haji,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Ruang isolasi bagi Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 yang disiapkan oleh Kementerian Agama di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. (ANTARA/HO-Kemenag)

Jakarta (ANTARA) - Ruang isolasi bagi pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, siap digunakan.

"Saat ini, ruangan yang sudah dapat digunakan berjumlah lima ruang. Dan bukan tidak mungkin jika diperlukan akan terus ditambah," kata Ketua Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kementerian Agama Ali Irfan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ali mendampingi Plt Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar usai meninjau persiapan ruang isolasi menyampaikan, lima ruang isolasi itu untuk penanganan COVID-19 kelas medium. Apabila ada yang positif, maka dirujuk ke rumah sakit yang sudah dijadikan rujukan nasional.

Baca juga: Dompet Dhuafa bagikan masker dan hand sanitizer pada pengemudi ojol

Gedung Utama Asrama Haji Jakarta telah diserahkan Menteri Agama Fachrul Razi untuk digunakan sementara sebagai ruang isolasi COVID-19 kepada RS Haji Jakarta pada 22 Maret 2020.

Keberadaan ruang isolasi ini menjadi wujud peran RS. Haji Jakarta dan Kemenag untuk terlibat dalam penanganan COVID-19, katanya.

Direktur Utama RS. Haji Jakarta Syarif Hasan, menjelaskan bahwa ruang isolasi yang disiapkan ini sudah sesuai standar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, bahkan WHO.

"Setiap pasien yang PDP menempati satu kamar satu tempat tidur. Tidak boleh digabung. Hingga standarisasi pelayanan kasus di bawah pengawasan tenaga kesehatan, secara umum dan spesifik, dapat lebih maksimal," kata Syarif.

Ruang Isolasi bagi pasien yang dalam kondisi berat tetap berada di RS. Sedangkan ruang isolasi di Asrama Haji bagi PDP yang stabil, tidak mempunyai gejala, ataupun gejala ringan.

Baca juga: UI siapkan ventilator transport lokal rendah biaya

Sebelumnya, salah satu dokter RS Haji yang juga anggota Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kemenag dr Mahesa mengatakan bahwa ruang isolasi disiapkan dengan fasilitas khusus.

Fasilitas itu antara lain ruangan dengan tekanan negatif, dukungan obat-obatan dan nutrisi, serta proses koordinasi pemeriksaan swab.

"Dilakukan juga pemantauan selama 24 jam sambil proses koordinasi rujukan ke RS Rujukan COVID-19," jelasnya.

Setelah lima ruangan siap, tahap selanjutnya persiapan sembilan ruangan di lantai 1-2. Target disiapkan 11 ruangan, namun dua ruangan masih dalam proses perbaikan, lanjutnya.

Gedung Utama Asrama Haji Pondok Gede terdiri dari empat lantai, lantai tiga akan digunakan untuk ruang istirahat petugas medis yang harus isolasi mandiri setelah kontak erat dengan pasien.

"Akan dievaluasi penambahan ruang perawatan di lantai 3-4 sesuai angka lonjakan pasien serta daya tampung RS Rujukan," kata dr Mahesa.

Baca juga: Program Padat Karya Tunai telah berjalan di berbagai kementerian
Baca juga: Pemerintah akan alokasikan dana desa untuk penanggulangan COVID-19
Baca juga: Jangan panik, kata pasien sembuh COVID-19 di Sumut

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar