Rumah sakit rujukan COVID-19 di Karawang kekurangan tenaga medis

id CORONA,COVID-19,CORONA KARAWANG,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Wabup Karawang Ahmad Zamakhsyari (kiri) bersama Sekda Acep Jamhuri (kanan) saat meninjau Rumah Sakit Paru yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19, Karawang (26/3/2020). ANTARA/Ali Khumaini/aa.

Karawang (ANTARA) - Rumah Sakit Paru Jatisari, Kabupaten Karawang, Jabar yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 kekurangan perawat atau tenaga medis.

Direktur Rumah Sakit Paru Annisa, di Karawang, Sabtu, mengatakan saat ini Rumah Sakit Paru sedang merawat 26 pasien yang terpapar virus corona atau COVID-19.

Baca juga: Seorang PDP di Karawang terkonfirmasi positif COVID-19

Ia menyampaikan dari 26 pasien tersebut, sebanyak 12 orang di antaranya merupakan pasien positif COVID-19.

Menurut dia, sebenarnya Rumah Sakit Paru bisa difungsikan secara maksimal untuk menangani pasien COVID-19, sesuai dengan jumlah kapasitas rawat inap. Tapi pihaknya rumah kekurangan perawat.

Di Rumah Sakit Paru terdapat 106 bed dengan 78 untuk rawat inap.

Baca juga: Dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Karawang sudah penuh

Sedangkan jumlah perawat atau tenaga medis-nya hanya 54 orang. Itu tidak ideal, karena idealnya satu bed itu satu perawat untuk menangani pasien corona.

Atas kondisi itu, pihak Rumah Sakit Paru berharap ada solusi terkait dengan kekurangan tenaga medis itu.

Baca juga: Kondisi Bupati Karawang yang positif corona dinyatakan membaik

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Karawang Fitra Hergyana mengatakan, untuk sementara ini baru tiga rumah sakit yang menjadi rujukan pasien COVID-19.

Tiga rumah sakit itu ialah Rumah Sakit Paru, Rumah Sakit Hermina, dan Rumah Sakit Umum Daerah Karawang.

Baca juga: Para PNS Pemkab Karawang jalani rapid test
 

Pewarta : M.Ali Khumaini
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar