SAR: Pendangkalan sungai penyebab banjir di Dermaga PPN Palabuhanratu

id PPN Palabuhanratu,Kabupaten Sukabumi,Banjir Cipalabuhan,Palabuhanratu

Sisa sampah yang masih berserakan di Dermaga PPN Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pasca-banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Cipalabuhan di Kecamatan Palabuhanratu, Rabu (18/3/2020). (FOTO ANTARA/Aditya Rohman)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD)  menyatakan banjir yang menerjang Dermaga Pelabuhan Perilkanan Nusantara (PPN) Palabuharatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang terjadi pada Rabu disebabkan pendangkalan Sungai Cipalabuhan sehingga air meluap dan ditambah air laut sedang pasang.

"Akibat banjir ini sejumlah lapak penjualan ikan laut terendam, tetapi tidak menyebabkan korban jiwa," kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi, Rabu.

Ia menjelaskan banjir itu adalah akibat meluapnya Sungai Cipalabuhan karena debit air yang hendak mengalir ke laut cukup tinggi. Selain itu, ditambah saat kejadian laut sedang pasang sehingga akhirnya air melimpah ke dermaga tempat pelelangan ikan.

Menurutnya, banjir pada tahun ini relatif kecil dibanding beberapa tahun ke belakang yang sempat merusak puluhan lapak pedagang dan fasilitas lainnya di dermaga. Biasanya, bencana tersebut terjadi saat musim angin barat di mana gelombang air laut cukup tinggi.

Solusi untuk mencegah terjadinya banjir ini terulang, kata dia, satu-satunya cara adalah dengan mengeruk dasar sungai dan kolam bersandarnya perahu nelayan yang sudah semakin dangkal akibat sedimentasi dan sampah.

Selain itu, aliran sungai ini pun sudah semakin sempit, sehingga air kiriman dari atas tidak bisa tertampung.

"Kami tetap memberikan imbauan kepada nelayan maupun warga untuk tetap waspada bisa saja bajir kembali terjadi apalagi di beberapa daerah yang dilintasi sungai ini sedang turun hujan, yang dipastikan debit air meningkat," kata Okih Fajri.

Sementara itu Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan banjir hanya menggenangi dermaga sekitar satu jam dan saat ini sudah surut.

Hanya saja, pascabanjir sampah berserakan di sekitar dermaga dan tempat pelelangan ikan dan petugas yang dibantu nelayan dan warga masih membersihkan lumpur dan sampah. 

Baca juga: Banjir di Palabuhanratu akibat pendangkalan sungai

Baca juga: Banjir rendam pusat perbelanjaan di Palabuhanratu Sukabumi

Baca juga: Banjir bandang di Palabuhanratu rendam dermaga pelayaran

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar