BPBD: Banjir di Pamekasan rendam 9 desa/kelurahan

id Banjir Pamekasan, Dampak Banjir

Wakil Bupati Pamekasan Raja'e dan Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono meninjau lokasi banjir di Kecamatan Pamekasan, Minggu (23/2/2020). ANTARA/Abd Aziz

Pamekasan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur mendata banjir di daerah itu  merendam sedikitnya sembilan desa/kelurahan.

"Ada lima kelurahan dan empat desa terdampak banjir," kata Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan Akmalul Firdaus di Pamekasan, Minggu malam.

Kelima kelurahan yang terdampak banjir itu masing-masing di Kecamatan Kota Pamekasan empat kelurahan dan di Kecamatan Pademawu satu kelurahan.

Ia merinci untuk Kecamatan Kota Pamekasan terdiri atas Kelurahan Jungcangcang, Barurambat Timur, Parteker, dan Kangenan, sedangkan satu kelurahan lagi masuk Kecamatan Pademawu, yakni Kelurahan Barutambat Timur.

"Kalau jumlah desa, masing-masing dua desa di Kecamatan Pamekasan dan Kecamatan Pademawu," katanya.

Baca juga: LPB Muhammadiyah bantu korban banjir Pamekasan

Di Kecamatan Pamekasan, meliputi Desa Laden dan Jalmak, sedangkan di Kecamatan Pademawu meliputi Desa Lemper dan Sumedangan.

"Jadi, jumlah lima kelurahan dan empat desa itu, tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pamekasan dan Kecamatan Pademawu," katanya.

Banjir akibat luapan sungai itu, terjadi sejak Sabtu (22/2), sekitar pukul 22.30 WIB.

Awalnya, banjir hanya menggenangi perkampungan warga di Kelurahan Jungcangcang Pamekasan, kemudian meluas ke beberapa kelurahan dan desa lainnya.

"Kami sudah membuat dapur umum, untuk membantu para korban banjir di Pamekasan ini, karena hingga malam ini sebagian titik masih terjadi genangan," kata Firdaus.

Selain menggenangi perkampungan warga di lima keluhan dan empat desa, banjir kali ini juga merendam dua lembaga pendidikan, yakni SDN Jungcangcang di Jalan Segara dan SMP Negeri 1 di Jalan R Abdul Azis Pamekasan.

Baca juga: Banjir di Kota Pamekasan kian meluas
Baca juga: Banjir genangi perkampungan warga di Pamekasan

Pewarta : Abd Aziz
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar