Kaum ibu harus tahu jenis narkoba guna deteksi dini pencegahan

id Polda Kalsel, Polres Banjarbaru,AKP Elche Angelina, narkoba ibu-ibu, narkoba sasar kaum hawa, cegah narkoba

Kasat Resnarkoba Polres Banjarbaru, AKP Elche Angelina, saat mengenalkan jenis-jenis narkoba agar diketahui ibu-ibu. ANTARA/Firman

Banjarbaru (ANTARA) - Kaum ibu di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, disuluh tentang narkoba dengan harapan mereka mengetahui jenis narkoba guna deteksi dini pencegahan.

"Selama ini ibu-ibu ternyata tidak tahu persis apa saja jenis narkoba, sehingga terkadang ada anaknya jadi pecandu sang ibu tidak mengetahuinya," ucap Kasat Resnarkoba Polres Banjarbaru, AKP Elche Angelina, di Banjarbaru, Senin.

Untuk itulah, kata dia, penting untuk ibu-ibu mengerti soal narkoba mulai jenis dan bentuknya hingga efek yang ditimbulkan setelah mengonsumsinya.

Baca juga: BNN : Waspadai peredaran narkoba murah yang bisa dibeli anak

Untuk di Kalimantan Selatan sendiri, ungkap dia, paling banyak beredar jenis sabu-sabu yang berbentuk kristal putih atau seperti garam. Kemudian juga pil ekstasi berbentuk obat.

"Jadi orangtua bisa mengawasi anaknya, kalau perilakunya agak aneh atau berubah bisa dikontrol apakah mengonsumsi narkoba dan lain sebagainya," jelas Angelina.

Baca juga: Polresta Cirebon tangkap empat pengedar narkoba jenis sabu

Dia ingatkan, jika gelagat sang anak mulai mencurigakan maka orangtua patut waspada. Sejumlah langkah pun bisa dilakukan.

Seperti mencari tahu kegiatan sehari-hari anaknya dengan menanyakan kepada teman-temannya ataupun kepada siapa saja dia bergaul.

"Biasanya kalau orang sudah mengonsumsi narkoba, maka uangnya akan terkuras untuk beli narkoba. Jadi, bisa dicek keuangan anak, uang yang dikasih orangtua habis dibelikan untuk apa saja," katanya.

Baca juga: Kepala BNN sebut ada 74 narkoba jenis baru ancam anak bangsa

Jika pun sang anak diketahui ternyata sudah menjadi pecandu, maka tidak ada jalan lain bagi orangtua untuk membawa anaknya mengikuti program rehabilitasi.

"Silahkan bawa anaknya ke Polres atau kantor BNN setempat agar dilakukan asesment untuk mengetahui tingkat kecanduannya. Program rehabilitasi gratis dan jangan takut ditangkap karena penyalahguna itu diobati bukan dipenjara. Justru kalau tidak segera disembuhkan, lambat laun anaknya pasti tertangkap saat bertransaksi atau menggunakan narkoba," kata dia.

Di sisi lain, kaum hawa tak terkecuali ibu rumah tangga juga kerap jadi sasaran jaringan pengendar untuk dijadikan kurir penjual narkoba. Dengan iming-iming upah besar, banyak wanita tergoda hingga terjerumus dan akhirnya mendekam di penjara.

Baca juga: Masyarakat Kudus diminta waspadai narkoba jenis tembakau gorila

Pewarta : Firman
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar