Jakarta (ANTARA) - Lenovo dikabarkan tengah mengembangkan headset VR (Virtual Reality) berdasarkan laporan pengajuan perusahaan kepada lembaga telekomunikasi Amerika Serikat FCC (Federal Communications Commission).

Dikutip dari laman The Verge, Minggu, perangkat yang didaftarkan dengan nama "Lenovo VR3030S" itu merupakan headset VR standalone, seperti perangkat terdahulu Lenovo, Mirage Solo, atau Oculus Quest.

Hal ini berarti bahwa pengguna tidak harus mencolokkan headset VR tersebut ke ponsel atau PC karena kekuatan pemrosesan terpasang langsung pada perangkat.

Sementara Mirage Solo mengandalkan Google Daydream, yang secara efektif mati, perangkat baru tersebut diperkirakan akan berjalan pada platform berbeda, kemungkinan Valve Steam VR atau Microsoft Windows Mixed Reality atau bahkan mungkin Facebook Oculus.

Bicara soal ketidakberuntungan Lenovo dalam VR, ada fakta yang tidak banyak orang ketahui bahwa perusahaan elektronik asal China itu berada di belakang headset VR Oculus Rift S, yang merupakan pendahulu Oculus Quest.

Perangkat tersebut juga merupakan hasil kerjasama Lenovo dengan Sony yang mengizinkan Oculus memiliki ikat kepala yang sama dengan PlayStation VR.

Sementara itu, pengajuan FCC tidak menghadirkan rincian lain tentang headset VR standalone baru tersebut.

Lenovo juga belum diketahui apakah akan mengirimkan dokumen sertifikasi FCC untuk satu set pengontrol VR -- Mirage Solo mengandalkan controller buatan Google, meskipun Lenovo akhirnya membuat controller dengan dua tombol sederhana untuk headset Mirage AR generasi kedua dengan Disney.


Baca juga: Markus Santoso, pakar AR/VR Indonesia di Amerika Serikat

Baca juga: "Test drive" mobil virtual kini bisa lewat platform e-commerce

Baca juga: Pendiri Oculus akan tinggalkan Facebook

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020