Atase pertahanan negara sahabat beradu lezat masak nasi goreng

id Atase pertahanan negara sahabat, panglima tni,lomba masak atase pertahanan

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama para atase pertahanan negara sahabat pemenang lomba memasak nasi goreng, di Balai Sudirman, Jakarta, Jumat (15/11/2019) (Zuhdiar Laeis)

Jakarta (ANTARA) - Para atase pertahanan negara-negara sahabat mengikuti lomba masak nasi goreng pada Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spuoses Culture 2019, di Balai Sudirman, Jakarta, Jumat.

Sebagai juri, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama chef profesional Sisca Soewitomo dan chef Hotel Borobudur I Made Sandy Bhuana.

Perwakilan negara sahabat yang menjadi peserta, yakni Filipina, Selandia Baru, Korea Selatan, Polandia, Spanyol, Brazil, Kanada, Brunei Darussalam, Thailand, China, Meksiko, Australia, dan Singapura.
Baca juga: KBRI Beijing punya Atase Laut

Nasi goreng dipilih sebagai menu yang dilombakan untuk mengenalkannya sebagai salah satu makanan khas Indonesia.

Tampil sebagai juara pertama Lieutenant Colonel Davis Lee (Singapura), Kapten Navy Jung Yein Soo (Korea Selatan), dan Group Kapten Wasu Manosittisak (Thailand).

Penyerahan hadiah lomba dilakukan langsung oleh Panglima TNI, didampingi Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto.

Dalam sambutannya, sekaligus menutup event tersebut, Marsekal Hadi mengapresiasi kesuksesan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spuoses Culture 2019 yang telah berlangsung tiga hari.

"Dari kegiatan ini banyak manfaat telah diperoleh. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga wawasan luas atas kekayaan budaya Tanah Air, dan kebudayaan negara-negara sahabat," katanya.
Baca juga: Athan KBRI Beijing naik satu tingkat

Ia menjelaskan bahwa berbagai kesenian dan kebudayaan nasional dilandasi berbagai nilai luhur dan kearifan lokal, sehingga menjadi kewajiban bangsa untuk melestarikan kebudayaannya sendiri.

"Kita juga bangga bahwa setiap pameran budaya atau pertunjukan kesenian tradisional Indonesia di luar negeri disambut antusias," katanya pula.

Rencananya, kata Hadi, Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spuoses Culture direncanakan sebagai agenda tahunan, sehingga pada 2020 bakal digelar kembali.

Selain lomba masak nasi goreng, berbagai lomba juga digelar dalam event itu, antara lain lomba desain dan model sarung palekat yang diikuti oleh Dharma Pertiwi Pusat dan seluruh daerah.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar